Kemasan Milo dan Kopi Isi 3,4 Kg Bahan Baku Ineks Cair Diselundupkan 2 WN Cina di Bandara Soetta
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:46
Petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta menggagalkan upaya penyelundupan narkotika yang dilakukan jaringan internasional.
TANGERANGNEWS.com-KPU Kota Tangerang menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang tahun 2018, Rabu (4/7/2018).
Pleno rekapitulasi yang dipimpin Ketua KPU Kota Tangerang Sanusi Pane ini berlangsung di aula kantor KPU setempat, Jalan Nyimas Melati No 16, Kota Tangerang.

Pantauan TangerangNews di lokasi pukul 11.30 WIB, rapat tersebut masih berlangsung.
Tampak para pengurus PPK di 13 kecamatan secara bergiliran menyampaikan rincian hasil rekapitulasi kepada saksi, komisioner KPU, dan Panwaslu.
Suasana rapat tersebut pun berlangsung seru, Karena Ketua Panwaslu Agus Muslim selalu mengkritisi saat PPK penyampaian hasil rekapitulasi suara.
Seperti saat rekapitulasi suara Kecamatan Karawaci. Agus langsung mengkritisi jumlah data yang disampaikan PPK. Menurutnya, ada yang keliru dari yang disampaikan dengan data yang sebenarnya.
"Sebentar-sebentar, ini yang betul yang mana datanya. Jangan sampai berubah apa yang disampaikan dengan data yang sesungguhnya?," tanya Agus kepada PPK Karawaci.
"Maaf pak terbalik. Memang ada data perubahan dan sudah disampaikan ke Panwascam," jawab pengurus PPK Karawaci.
Usai tanya jawab itu, suasana yang sempat tegang kembali cair. Para PPK kembali menyampaikan rekapitulasi suara dengan lebih hati-hati.(RAZ/HRU)
Petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta menggagalkan upaya penyelundupan narkotika yang dilakukan jaringan internasional.
TODAY TAGMasuknya MA swasta ke dalam Program Sekolah Gratis sejatinya merupakan langkah yang sudah semestinya dilakukan. Madrasah Aliyah merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional yang memiliki kontribusi besar dalam mencetak generasi berilmu
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews