Connect With Us

Air Sungai Cisadane Mulai Kering, Tercium Aroma Tak Sedap

Achmad Irfan Fauzi | Senin, 13 Agustus 2018 | 17:00

Terlihat di tepi sungai Cisadane hampir sebagian sungai Cisadane sudah kering akibat dari puncak musim kemarau di Kota Tangerang Senin (10/8/2018). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Puncak musim kemarau di Kota Tangerang berdampak pada keringnya air di sungai Cisadane. Debit air di sungai tersebut terus menurun.

Pantauan TangerangNews di Pintu Air 10, Pasar Baru, Kota Tangerang pada Senin (10/8/2018), debit air tampak mulai berkurang.

Di tepi sungai, lumpur sudah mengeras. Tampak pula sampah menyangkut di seluruh pintu air tersebut.

Petugas Pintu Air 10, Sukardin mengatakan, debit air saat ini berada di ketinggian yang tidak normal yaitu 11.50 meter. Normalnya adalah 12.50.

Hal itu menunjukkan bahwa volume air menurun setinggi satu meter sebagai pertanda aliran air semakin surut.

"Sudah mulai kering airnya. Ini turun sudah dua minggu yang lalu. Apalagi kemarin lebih surut, tingginya 11.40," ujarnya kepada TangerangNews.

Sebagai sumber bahan baku air bersih dua PDAM di Tangerang, yakni PDAM Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang dan PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang, susutnya debit air sungai Cisadane berdampak langsung terhadap kualitas maupun kuantitas air yang didistribusikan kepada pelanggannya.

Menurut Asisten Manager Humas dan Pengaduan PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang Ichsan Sodikin, suplai air bersih kepada pelanggan mengalami penurunan baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

"Air baku Cisadane itu sudah agak berbau. Jadi ada penambahan pemakaian kimia agar baunya hilang saat pengolahan air bersihnya," ungkapnya.

Ichsan melanjutkan untuk terus menyuplai kebutuhan pokok tersebut sesuai dengan kualitas maupun kuantitasnya, pihaknya bekerjasama dengan Balai Besar Wilayah Cisadane dan berkoordinasi PT Moya selaku pengelola air bersih.

"Sehingga pasokan air baku tidak akan berkurang untuk suplai ke intake pengolahan air bersihnya. Serta suplai air bersih kepada pelanggan tidak terlalu terganggu dan berjalan normal," tuturnya.

Menurutnya, penambahan bahan kimia terhadap air baku yang dikelola agar air tetap bersih tersebut tidak masalah untuk dikonsumsi.

"Masih taraf standar Kemenkes (Kementerian Kesehatan), jadi gak masalah untuk dikonsumsi," terangnya.

Namun, kata Ichsan, hingga kini pihaknya belum mendengar adanya warga maupun pelanggannya di kota Tangerang yang kekeringan air.

"Belom ada laporan ke PDAM. Tapi kita sudah siap antisipasi bantuan mobil tangki," imbuhnya.

Sementara PDAM Tirta Kerta Raharja menggelar shalat Istisqo untuk memohon hujan. Kegiatan itu berlangsung di kantor pusat PDAM Kota Tangerang.

"Kami menggelar kegiatan ini, memohon dan bermunajat kepada Allah SWT memohon segera diturunkan hujan, karena debit air sungai Cisadane semakin berkurang, airnya menghijau dan tidak mengalir," kata Direktur PDAM TKR Rusdy Machmud.(MRI/RGI)

BANTEN
Cegah Anak Muda Tawuran, Wagub Banten Minta Pertandingan Tinju Diperbanyak

Cegah Anak Muda Tawuran, Wagub Banten Minta Pertandingan Tinju Diperbanyak

Minggu, 1 Februari 2026 | 21:23

Wakil Gubernur (Wagub) Achmad Dimyati Natakusumah meminta Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Provinsi Banten untuk memperbanyak pertandingan, eksibisi, atau festival tinju.

TANGSEL
TPA Cipeucang Bikin Warga Kena ISPA dan Harga Rumah Turun, Pemkot Tangsel Didugat Rp21,6 miliar

TPA Cipeucang Bikin Warga Kena ISPA dan Harga Rumah Turun, Pemkot Tangsel Didugat Rp21,6 miliar

Jumat, 30 Januari 2026 | 19:30

Warga RW 14 Kelurahan Rawabuntu, Serpong, resmi melayangkan gugatan class action terhadap Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) dan PT Bumi Serpong Damai (BSD).

TEKNO
Sikapi Ketidakpastian Ekonomi, Bibit.id: ORI029 Jadi Pilihan Investasi Aman

Sikapi Ketidakpastian Ekonomi, Bibit.id: ORI029 Jadi Pilihan Investasi Aman

Jumat, 30 Januari 2026 | 20:27

Pemerintah Indonesia baru saja menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel pertama di tahun 2026, yakni SBN seri ORI029 yang sudah bisa dibeli di aplikasi investasi Bibit.id, pada 26 Januari - 19 Februari 2026.

NASIONAL
BMKG Bantah Narasi OMC Jadi Bom Waktu Picu Cuaca Tak Stabil

BMKG Bantah Narasi OMC Jadi Bom Waktu Picu Cuaca Tak Stabil

Jumat, 30 Januari 2026 | 09:15

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah narasi yang beredar di media sosial terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang disebut-sebut dapat menjadi “bom waktu” dan memicu cuaca tidak stabil jika dilakukan secara terus-menerus.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill