Bus ke Baduy Tarif Rp 1 Berlaku Terbatas, Hanya Akhir Pekan Selama Sebulan
Senin, 27 April 2026 | 07:36
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TANGERANGNEWS.com-Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus menggelar aksi solidaritas di halaman Mapolres Metro Tangerang Kota, Kamis (14/2/2019).
Dalam aksinya, para aktivis mahasiswa ini membawa sejumlah bendera dan spanduk bertuliskan sejumlah tuntutannya. Sambil berteriak-teriak, mereka menuntut penolakan atas tindakan refresif aparat.
Menurut Koordinator Aksi Heri Ompu, massa aksi yang menggelar unjuk rasa di Kota Tangerang kerap mendapatkan perlakuan kasar oleh aparat keamanan.
"Kami menolak tindakan represif yang dialami saat berunjuk rasa. Beberapa kali kami mendapatkan tindakan kasar dan belum lama ini terjadi di Puspemkot," ujarnya.
Ia menyebut peristiwa beberapa waktu lalu, yaitu saat kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Forum Aksi Mahasiswa mengalami tindakan refresif dari aparat di Puspemkot Tangerang.

Kala itu, unjuk rasa berakhir ricuh. Kelompok mahasiswa yang menyampaikan aspirasi tentang kesehatan ini bentrok dengan petugas keamanan hingga mengakibatkan lima orang dilarikan ke rumah sakit.
Oleh sebab itu, ia bersama demonstran lainnya pun menuntut pihak kepolisian untuk tidak melakukan tindakan represif kepada massa aksi saat menggelar unjuk rasa.
"Setelah kami melakukan audiensi, Kapolres telah menyatakan sikap bahwa ketika massa melakukan aksi tidak akan ada lagi tindakan represif. Karena memang itu yang ingin kami tuntut dalam aksi gerakan ini," katanya.
Sementara itu, Kabag Ops Polres Metro Tangerang Kota AKBP Bambang Gunawan mengatakan, bahwa aspirasi mahasiswa yang meminta aparat untuk tidak melakukan tindakan represif telah diterima pihaknya.
Menurutnya, aksi unjuk rasa memang sangat diperbolehkan. Namun, mesti tetap mengendalikan emosi dan mematuhi peraturan yang berlaku.
"Pada intinya rekan-rekan silahkan aksi unjuk rasa sebagai kontrol sosial kepada pemerintah, semuanya bisa dikontrol. Silahkan selama itu sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur)," ucapnya.
Polri, kata Bambang, akan melakukan pengawalan dan pengamanan ketika unjuk rasa berlangsung. Namun sekali lagi, Bambang menegaskan massa aksi harus mematuhi aturan
"Kita akan kawal karena kita sebagai pelayan masyarakat. Tapi tolong kalau unjuk rasa itu, kita ini manusia bukan robot, kita saling pengertian saja. Dan tidak ada masalah apapun yang tidak bisa diselesaikan," tukasnya.(MRI/RGI)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TODAY TAGPT PLN Persero mulai menggeber proyek energi terbarukan skala besar melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Mentari Nusantara I dengan kapasitas mencapai 1,225 gigawatt.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
Mahasiswa Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Pamulang menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SMPN 7 Kota Tangerang Selatan, Rabu 29 April 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews