Connect With Us

Seleksi PT TNG, DPRD Tekankan Transparansi Kinerja

Achmad Irfan Fauzi | Kamis, 16 Mei 2019 | 14:00

Sekretaris Daerah Kota Tangerang Dadi Budaeri memberikan keterangan progres rekrutmen direktur PT TNG di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com-Rekrutmen jabatan Direktur PT TNG (Tangerang Nusantara Global) masih berlangsung. Wakil rakyat berharap, siapapun direktur yang terpilih, kinerja BUMD Kota Tangerang itu harus transparansi.

Seleksi calon direktur tersebut diikuti oleh 12 orang yang berasal dari kalangan aktivis, profesional, hingga mantan pimpinan lembaga vertikal.

Mereka yang masih menjalani seleksi itu diantaranya Dikna Rahmada, Edi Candra, Aulia Epriya Kembara, Ike Oktavia Berliany, Musokib, Kholisul Fatikhin, Khaidir Rivai, Syam Nugraha, Sanusi, Hendry Zein, Nurhalim dan Lulu Sugiarto.

BACA JUGA:

Menurut Sekretaris Daerah Kota Tangerang Dadi Budaeri, seleksi yang dilakukan oleh tim panitia seleksi (Pansel) itu diterapkan secara bertahap.

"Progres seleksinya kemarin sudah selesai tahapan oleh tim seleksi. Tinggal nanti nunggu dibahas. Insha Allah tanggal 20 diumumkan hasilnya," ujarnya kepada TangerangNews di gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (16/5/2019).

Dadi menuturkan, para calon direktur PT TNG itu telah menjalani tahapan penyerahakan berkas lamaran, seleksi administrasi dan seleksi kompetensi. Hasilnya dari serangkaian seleksi itu, lanjut dia, akan diumumkan pada Senin (20/5/1019) mendatang.

"Kita (Pemda) hanya memfasilitasi secara administrasi saja. Teknis dan penilaiannya diserahkan ke tim pansel yang di dalam timnya ada unsur akademis, profesi dan unsur assesor," paparnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Tangerang Riyanto menyoroti kinerja PT TNG. Ia menyebut, siapapun direktur yang terpilih dalam seleksi harus membawa BUMD ini menjadi lebih baik.

"PT TNG harus cepat dalam bekerja, profesional dan membangun komunikasi yang baik kepada mitra kerja. Kemudian juga secara transparansi dalam sebuah pengelolaan karena itu juga menyangkut sebuah retribusi kepada pendapatan," jelas politisi PPP ini.

Riyanto mengatakan, BUMD yang diproyeksikan menangani bisnis pada delapan sektor seperti jasa keuangan, infrastruktur hingga perparkiran dan perdagangan ini profesional dan transparansi.

"Jangan sampai tidak ada keterbukaan. Kalau gitu, kita bagaimanapun juga tidak bisa memberikan masukan atau evaluasi supaya kedepan itu PT TNG bisa melakukan suatu pendapatan secara maksimal sehingga bisa menambah APBD. Intinya yang terpenting keterbukaan," paparnya.(RAZ/RGI)

BISNIS
Pikat Korea Selatan, ROKA Collection Cetak Omzet Ratusan Juta di Seoul Design Festival 2025

Pikat Korea Selatan, ROKA Collection Cetak Omzet Ratusan Juta di Seoul Design Festival 2025

Kamis, 18 Desember 2025 | 21:03

-Produk kriya rotan asal Indonesia kembali membuktikan kualitasnya di panggung internasional. Brand lokal ROKA Collection sukses mencuri perhatian dalam ajang bergengsi Seoul Design Festival 2025 yang berlangsung pada 12–16 November 2025 di Seoul

KOTA TANGERANG
Kabar Gembira bagi Pencari Kerja, Pemkot Tangerang Buka Pelatihan AI dan Chatbot Gratis 2026

Kabar Gembira bagi Pencari Kerja, Pemkot Tangerang Buka Pelatihan AI dan Chatbot Gratis 2026

Sabtu, 3 Januari 2026 | 19:46

Menghadapi era transformasi digital yang masif, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Balai Latihan Kerja (BLK) resmi mengumumkan pembukaan program pelatihan Artificial Intelligence (AI) dan Chatbot secara gratis untuk tahun anggaran 2026.

BANTEN
Banten Duduki Peringkat Pertama Udara Terburuk di Indonesia Malam Ini

Banten Duduki Peringkat Pertama Udara Terburuk di Indonesia Malam Ini

Sabtu, 3 Januari 2026 | 20:20

Kualitas udara di Provinsi Banten tercatat menjadi yang terburuk di seluruh Indonesia pada Sabtu malam, 3 Januari 2026.

OPINI
Dilema Nasionalisme Bencana: Kalkulasi Ekonomi-Politik di Balik Status Darurat Sumatra

Dilema Nasionalisme Bencana: Kalkulasi Ekonomi-Politik di Balik Status Darurat Sumatra

Sabtu, 3 Januari 2026 | 19:51

Hampir genap periode kelam banjir dan tanah longsor mengepung Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Angka statistik kematian yang menembus 1.140 jiwa bukan sekadar barisan angka; ia adalah jeritan kemanusiaan di balik rimbunnya konsesi perkebunan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill