Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Narapidana atau warga binaan di Lapas Perempuan Klas IIA Tangerang didominasi terjerat kasus narkoba.
Kepala Lapas Perempuan Klas IIA Tangerang Herlin Candrawati mengatakan, saat ini total warga binaan berjumlah 374 orang.
Menurutnya, 47 warga binaan di antaranya merupakan warga negara asing (WNA). Sementara penghuni lainnya narapidana lokal.
"Dari total warga binaan, hampir 80 persennya kasus narkoba," ungkapnya saat ditemui di Aula Lapas Perempuan Klas IIA Tangerang, Selasa (17/12/2019).
BACA JUGA:
Mengatasi banyaknya kasus narkoba yang mendekam di Lapas Perempuan Tangerang, kata Herlin, pihaknya pun gencar mengimplementasikan dua program utama, yakni pembinaan kepribadian dan kemandirian untuk mengubah perilaku buruk menjadi lebih baik.
Herlin menyebut, dalam pembinaan kepribadian, para warga binaan diberikan fasilitas mengikuti aktivitas kerohanian sesuai kepercayaannya masing-masing.
Di dalam lapas, terdapat fasilitas untuk melakukan aktivitas keagamaan, seperti masjid, gereja, hingga vihara.
"Kemudian program kemandirian kami berikan pembinaan talenta musik, tari, salon, hingga tata rias pengantin," pungkasnya.(RAZ/RGI)
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGSebuah taman kota multifungsi dengan bentangan jalur sungai sepanjang 1,5 kilometer yang dikelilingi lanskap tropis rimbun kini hadir di BSD City, Tangerang.
Aksi nekat warga negara Korea Selatan (Korsel) berinisial JJ, 25, berujung jeruji besi. Ia diringkus setelah kedapatan menyelundupkan satwa liar endemik Indonesia yang disembunyikan di dalam kopernya, di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta)
PT PLN (Persero) menargetkan peningkatan kapasitas terpasang energi panas bumi atau geotermal nasional dari 2,8 gigawatt (GW) saat ini menjadi 7,9 GW pada 2033.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews