Connect With Us

80 Persen Penghuni Lapas Perempuan Tangerang Dipidana Kasus Narkoba

Achmad Irfan Fauzi | Selasa, 17 Desember 2019 | 14:38

Kepala Lapas Perempuan Klas IIA Tangerang Herlin Candrawati. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com-Narapidana atau warga binaan di Lapas Perempuan Klas IIA Tangerang didominasi terjerat kasus narkoba.

Kepala Lapas Perempuan Klas IIA Tangerang Herlin Candrawati mengatakan, saat ini total warga binaan berjumlah 374 orang. 

Menurutnya, 47 warga binaan di antaranya merupakan warga negara asing (WNA). Sementara penghuni lainnya narapidana lokal. 

"Dari total warga binaan, hampir 80 persennya kasus narkoba," ungkapnya saat ditemui di Aula Lapas Perempuan Klas IIA Tangerang, Selasa (17/12/2019).

BACA JUGA:

Mengatasi banyaknya kasus narkoba yang mendekam di Lapas Perempuan Tangerang, kata Herlin, pihaknya pun gencar mengimplementasikan dua program utama, yakni pembinaan kepribadian dan kemandirian untuk mengubah perilaku buruk menjadi lebih baik. 

Herlin menyebut, dalam pembinaan kepribadian, para warga binaan diberikan fasilitas mengikuti aktivitas kerohanian sesuai kepercayaannya masing-masing.

Di dalam lapas, terdapat fasilitas untuk melakukan aktivitas keagamaan, seperti masjid, gereja, hingga vihara. 

"Kemudian program kemandirian kami berikan pembinaan talenta musik, tari, salon, hingga tata rias pengantin," pungkasnya.(RAZ/RGI)

BANTEN
PLN Banten Selatan Ajak Dialog dengan Pelanggan, Bahas Kebutuhan Listrik untuk Dukung Pertumbuhan Usaha

PLN Banten Selatan Ajak Dialog dengan Pelanggan, Bahas Kebutuhan Listrik untuk Dukung Pertumbuhan Usaha

Sabtu, 26 September 2026 | 10:16

PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Banten Selatan mempertemukan pelanggan dan jajaran PLN dalam Customer Partnership Forum 2026 di Lebak, Jumat 25 September 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill