Cuma 2 Hari, Serunya Keliling Nusantara di Pesta Budaya Gading Serpong
Minggu, 5 April 2026 | 14:06
Akhir pekan ini warga Tangerang dan sekitarnya tidak perlu bingung mencari tempat hiburan.
TANGERANGNEWS.com—Warga di Garden City Residence, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang mulai resah. Mereka menjual cepat rumahnya karena kerap dilanda banjir.
Pantauan TangerangNews pada Rabu (5/2/2020), banjir dengan permukaan air setinggi kurang-lebih 100 centimeter masih menggenangi Perumahan Garden City.
TangerangNews berkesempatan menyusuri pemukiman Garden City Residence. Sejumlah warga di perumahan tersebut telah memasang informasi tentang penjualan rumahnya.
Seperti Dodi Septian. Dia telah memasang pamflet penjualan rumahnya lantaran sudah resah tinggal di Garden City Residence.
"Iya, rumah saya yang sekarang kebanjiran. Mau dijual cepat," ujarnya saat dihubungi TangerangNews.
Banjir yang kerap melanda perumahan Garden City Residence menjadi alasan utama Dodi untuk menjual seunit rumahnya.
"Mau dijual karena sering kebanjiran. Banjir ini, kan, menggangu aktivitas. Mengganggu produktivitas. Sudah resah," ungkapnya.
Dodi mengatakan, sudah tinggal di Garden City Residence selama lima tahun. Sebelum membeli rumah seharga Rp350 juta ini, dia juga mengaku telah mengetahui bila pemukiman ini langganan banjir.
"Sudah tahu. Tapi setahu saya banjirnya tidak separah sekarang," kata dia.
Dodi dan keluarganya saat ini bermukim di Kota Tangerang Selatan. Sementara rumahnya di Garden City Residence dimanfaatkan menjadi usaha agen minuman.
Dodi mengaku telah mendengar informasi bila Pemerintah Kota Tangerang akan menanggulangi bencana banjir di perumahannya. Namun, ia tetap ngotot menjual cepat rumahnya dengan harga Rp450 juta.
"Saya tetap mau dijual. Semoga rumah saya cepat laku," pungkasnya. (RAZ/RAC)
Akhir pekan ini warga Tangerang dan sekitarnya tidak perlu bingung mencari tempat hiburan.
TODAY TAGPresiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.
Gubernur Banten Andra Soni mengaku setuju atas usulan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Suyudi Ario Seto yang melarang peredaran vape di Indonesia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews