Connect With Us

4 Hari Banjir 1 Meter, Warga Periuk Enggan Dievakuasi

Achmad Irfan Fauzi | Selasa, 4 Februari 2020 | 15:39

Banjir dengan permukaan air setinggi 100 sentimeter masih menggenangi Perumahan Garden City, Periuk, Kota Tangerang, Selasa (4 /2 /2020). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com–Sejumlah warga di Perumahan Garden City, Periuk, Kota Tangerang masih bertahan di rumahnya, walau digenangi banjir dengan ketinggian satu meter.

Menurut seorang relawan, Agoy, para warga masih memilih bertahan. Pihaknya telah meminta warga untuk mengungsi ke posko pengungsian, tetapi mereka menolak.

"Masih ada beberapa warga yang memilih bertahan. Kami sudah imbau untuk mementingkan nyawa dibanding harta," ujarnya saat ditemui TangerangNews, Selasa (4/2/2020). 

Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Periuk terjadi sejak Sabtu (1/2/2020). Hingga siang ini, air setinggi kurang lebih 100 centimeter masih menggenangi pemukiman di Kelurahan Gebang Raya, Periuk dan Gembor. 

Banjir dengan permukaan air setinggi 100 sentimeter masih menggenangi Perumahan Garden City, Periuk, Kota Tangerang, Selasa (4 /2 /2020).

Berdasarkan data, terdapat 10.883 warga terdampak banjir. Sementara untuk warga yang mengungsi, masih dilakukan pendataan.

Adapun lokasi pengungsian warga berada di gelanggang olahraga (GOR) dan sekretariat RW. 

Warga, kata Agoy, bertahan sejak banjir melanda pemukiman mereka. Alasannya karena lebih menyayangi barang berharganya.

"Banjir itu situasional. Hujan terus-menerus turun. Khawatir debit air terus meningkat," kata Agoy. 

Senada disampaikan Kabid Linmas Satpol PP Kota Tangerang Wawan Fauzi. Ia mengatakan sebagian warga tak kooperatif ketika diajak untuk mengungsi pada hari pertama banjir.

"Coba saja ketika diajak mengungsi dari hari pertama, pasti kami tak kewalahan," pungkasnya seraya menambahkan mengungsi adalah langkah yang tepat demi keselamatan.(RAZ/RAC)

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

TANGSEL
Urai Kemacetan Rawa Buntu Tangsel, Rekayasa Lalu Lintas Titik U-Turn Baru Diuji Coba 3 Hari

Urai Kemacetan Rawa Buntu Tangsel, Rekayasa Lalu Lintas Titik U-Turn Baru Diuji Coba 3 Hari

Senin, 28 September 2026 | 19:58

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bersama Kepolisian melakukan uji coba rekayasa lalu lintas di Jalan Raya Rawa Buntu, Serpong, selama tiga hari, 28-30 September 2026.

BANTEN
Meski Abu Vulkanik Anak Krakatau Mereda, Dokter Ingatkan Risiko yang Mengintai Kesehatan Pernapasan 

Meski Abu Vulkanik Anak Krakatau Mereda, Dokter Ingatkan Risiko yang Mengintai Kesehatan Pernapasan 

Selasa, 29 September 2026 | 08:37

Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang berlangsung sejak awal September 2026 mulai mereda. Namun, paparan abu vulkanik yang sebelumnya menyebar ke sejumlah wilayah tetap perlu menjadi perhatian karena dapat berdampak pada kesehatan

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill