Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi
Jumat, 18 September 2026 | 20:40
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
TANGERANGNEWS.com–Harga temulawak dan jahe mengalami kenaikan di pasaran Kota Tangerang setelah diumumkannya dua warga negera Indonesia (WNI) positif virus corona (Covid-19). Kenaikan tersebut mencapai 100 persen lebih. Hal ini disebabkan temulawak dan jahe dapat meningkatkan imunitas tubuh sehingga diyakini mampu menangkal virus Corona.
Bahkan menurut pedagang di Pasar Anyar, Kota Tangerang, Darsini, pada Selasa dan Rabu kemarin sempat terjadi kekosongan di produsen karena banyaknya permintaan.
"Kemarin temulawak dan jahe sempat kosong stoknya," ujarnya, Kamis (5/3/2020).
Harga normal temulawak hanya Rp12 ribu per kilo. Namun, harga tersebut meningkat drastis menjadi Rp50 ribu per kilo.
Sementara harga jahe merah normal Rp40 ribu dan kini naik menjadi Rp80 ribu, sedangkan jahe biasa Rp30 ribu naik menjadi Rp40 ribu.
Darsini menuturkan kenaikan harga terjadi karena ramainya isu virus Corona di Indonesia. Terlebih, jahe dan temulawak diyakini mampu menangkal virus tersebut.
"Harga ini bertahap naik sejak empat hari kemarin, setelah ramai berita soal Corona," ungkapnya.
Seorang pembeli, Nia, warga Neglasari berharap harga jahe dan temulawak bisa cepat kembali normal. Sebab, kata dia, bila harga mahal masyarakat yang terbebani.
"Semoga bisa cepet turun harganya, kalau bisa normal lagi. Katanya dengan mengkonsumsi ini kita bisa terhindar virus Corona karena itu saya mau konsumsi jahe," pungkasnya. (RMI/RAC)
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
TODAY TAGPemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus melengkapi aplikasi Tangsel One dengan berbagai layanan.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews