Connect With Us

Ingin Lingkungan Disemprot Disinfektan, BPBD: Silahkan Bersurat

Achmad Irfan Fauzi | Kamis, 26 Maret 2020 | 21:09

Pria berkostum power ranger sedang menyemprotkan disinfektan. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Masyarakat dapat mengajukan permintaan penyemprotan cairan disinfektan di lingkungan masing-masing ke Pemerintah Kota Tangerang.

Kasie Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Hambali Bakar mengatakan, warga dipersilahkan mengirimkan surat permintaan penyemprotan disinfektan lingkungan yang ditujukan kepada BPBD Kota Tangerang.

“Kami memang layani penyemprotan disinfektan. Prosedur permintaannya silahkan melalui surat,” ujarnya kepada TangerangNews, Kamis (26/3/2020).

Menurutnya, surat permintaan penyemprotan disinfektan dibubuhkan dengan tanda tangan perangkat RT dan RW.

“Terus dilengkapi dengan kontak personnya, biar nanti kami hubungi,” katanya.

Hambali mengaku permintaan penyemprotan disinfektan bagi lingkungan warga sangat tinggi. Namun, kata dia, pihak BPBD masih mampu menyanggupinya.

“Sebelum disemprot disinfektan, kami harap warga sudah menyiapkan lingkungannya dengan mengosongkan lingkungan dari mobil dan lain-lain termasuk pemberitahuan kepada pedagang,” tuturnya.

Senada, PMI Kota Tangerang juga menerima layanan disinfeksi dengan mengajukan surat permohonan. Namun, pelaksanaan penyemprotan disinfektan PMI akan dilakukan terutama bagi fasilitas umum seperti tempat ibadah dan balai pertemuan.

Kepala Biro Humas PMI Kota Tangerang, Ade Kurniawan menjelaskan sesungguhnya warga yang ingin rumahnya steril dari virus dan bakteri bisa melakukan disinfeksi secara mandiri dengan bahan-bahan yang mudah disediakan.

Menurutnya, cairan pembersih lantai dan kamar mandi juga bisa dimanfaatkan untuk melakukan disinfeksi asal dilakukan dengan cara yang benar.

Sementara untuk takaran cairan disinfektan, kata Ade, agar tetap mengikuti petunjuk yang ada di tiap kemasan bahan yang akan digunakan. Warga juga harus menyiapkan alat tambahan seperti hand spray dan kain microfiber.

"Untuk sementara saja bisa pakai klorin 0,05 persen, pemutih pakaian, karbol juga bisa. Ikuti takaran yang ada di tiap kemasan serta perhatikan petunjuk penggunaannya," jelas Ade.

Untuk disinfeksi skala rumah tangga, Ade menyarankan untuk tetap memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, serta kacamata pelindung. Sebelum disinfeksi dilakukan, rumah harus dalam keadaan bersih.

"Sebelum pelaksanaan desinfeksi terlebih dahulu harus dilakukan general cleaning . Dibersihkan dulu dengan air sabun atau deterjen menggunakan lap termasuk AC, meja, lantai, dan gagang pintu," jelasnya.

Setelah general cleaning dilakukan, disinfeksi bisa dilakukan dengan berbagai cara. Seperti menggunakan hand sprayer ataupun menggunakan kain pel microfiber. Untuk penggunaan kain pel mikrofiber, rendam kain ke dalam air yang telah berisi cairan disinfektan. Lakukan pengelapan pada permukaaan benda yang datar dan biarkan tetap basah selama 30 menit. (RMI/RAC)

PROPERTI
Ini Alasan Gading Serpong Berkembang Pesat Jadi Pusat Bisnis Baru di Tangerang Raya

Ini Alasan Gading Serpong Berkembang Pesat Jadi Pusat Bisnis Baru di Tangerang Raya

Jumat, 9 Januari 2026 | 18:47

Kawasan Paramount Gading Serpong tidak hanya dikembangkan sebagai kawasan hunian, wilayah ini dirancang dengan konsep terpadu yang mencakup area komersial, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga ruang publik penunjang aktivitas masyarakat.

BISNIS
Beli Motor Honda di Tangerang Dapat Diskon Promo Tahun Baru Sampai Rp2 Juta, Ini Rinciannya

Beli Motor Honda di Tangerang Dapat Diskon Promo Tahun Baru Sampai Rp2 Juta, Ini Rinciannya

Jumat, 9 Januari 2026 | 20:41

Promo spesial berupa potongan harga sampai Rp2 juta ini berlaku hingga akhir Januari untuk membantu konsumen memiliki motor impian dengan lebih mudah dan hemat.

HIBURAN
Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Jumat, 9 Januari 2026 | 13:50

Musisi asal Gunung Kawi, Matoha Mino, merilis lagu berjudul Gunung Kawi sebagai bentuk respons terhadap persepsi yang menurutnya keliru dan telah lama berkembang di masyarakat terkait stigma tentang Gunung Kawi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill