Serpong Jaya Luncurkan 3 Cluster Baru, Tawarkan Hunian Modern Mulai Rp700 Jutaan
Jumat, 8 Mei 2026 | 14:54
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TANGERANGNEWS.com–Tim Medical Badan Inteligen Negara (BIN) menggelar rapid dan swab test massal di halaman Masjid Ar Rayyan, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, Rabu (15/7/2020).
Ketua Pelaksana Harian Sub Gugus Tugas BIN Brigjen TNI Irwan Mulyana mengatakan, dalam pemeriksaan gratis tersebut pihaknya menyiapkan 40 tenaga medis dan dua unit mobil laboratorium.
"Kita awalnya menggelar rapid test dulu, setelah ditemukan ada yang reaktif baru kita akan lakukan tes PCR atau swab test," ujarnya.
Dipilihnya Kota Tangerang untuk pemeriksaan corona secara massal, karena BIN menerima permintaan dari pemerintah daerah setempat.
Selain itu, karena Kota Tangerang merupakan daerah penyangga ibu kota yang masih dalam kategori rawan penyebaran COVID-19.
"Kita juga sudah beberapa kali melakukan kegiatan, baik di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur," jelas Irwan.
Irwan meminta masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan dan mengikuti aturan pemerintah pusat maupun daerah dalam mencegah penyebaran COVID-19.
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan terdapat 500 alat rapid test yang disiapkan tim Medical BIN. Sementara untuk alat Test PCR sekira 300 unit.
Arief meminta agar tes PCR dapat dilakukan pula kepada pasien COVID-19 yang sudah dalam perawatan, supaya segera mengetahui apakah sudah terbebas dari paparan virus tersebut.
"Karena tadi beliau menceritakan pemerintah pusat begitu konsen agar masyarakat yang terkena COVID-19 segera sehat, sudah penelitian dari Unair (Universitas Airlangga), ada yang 24 jam ada yang 72 jam sudah bisa sembuh," pungkasnya.
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TODAY TAGBalai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) resmi meningkatkan status kesiapsiagaan guna mencegah masuknya wabah Hantavirus ke Indonesia.
Memulai bisnis tanpa legalitas yang jelas bisa menjadi hambatan besar di masa depan. Banyak pelaku usaha akhirnya kesulitan saat ingin bekerja sama dengan perusahaan besar atau mengikuti tender.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews