Connect With Us

Sekda Kota Tangerang Letakkan Batu Pertama Kampung Pink

Advertorial | Selasa, 3 November 2020 | 20:08

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Herman Suwarman saat memberikan sambutan dalam acara ground breaking Kampung Pink di RW 09 Kelurahan Tanah Tinggi, Kota Tangerang, Selasa (3/11/2020). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com–Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Herwan Suwarman melakukan ground breaking atau peletakkan batu pertama pembangunan Kampung Pink di RW 09 Kelurahan Tanah Tinggi, Kota Tangerang, Selasa (3/11/2020).

Herman yang didampingi Kepala Bappeda Kota Tangerang Sugiharto Ahmad Bagja beserta jajaran lainnya mengatakan peluncuran Kampung Pink ini menambah jumlah kampung tematik di Kota Tangerang. 

"Ini program unggulan Pemkot Tangerang untuk membangun kampung - kampung tematik," ujar Herman. 

Menurutnya kampung-kampung tematik ini akan menjadi destinasi wisata. Warga sekitar diperdayakan secara bersama-sama untuk membangun Kampung Pink itu. 

"Ini objek wisata baru, sebagai sarana masyarakat untuk berekreasi," ucapnya.

Kendati demikian Sekda menyatakan harus tetap menjadi protokol kesehatan yang ketat. Terlebih saat ini dalam kondisi pandemi COVID-19. 

"Dalam proses pembangunan awal harus disertakan protokol kesehatan. Wajib menggunakan masker, disediakan hand sanitizer dan sarana cuci tangan, serta menjaga jarak," kata Sekda. 

"Nantinya kedepan Kampung Pink ini akan menjadi pilot project dalam pembangunan kampung tematik lainnya di Kota Tangerang," sambungnya. 

Inisiator Kampung Pink, Ibnu Jandi mengungkapkan konsep yang dikedepankan dalam pembangunan kampung tematik ini. Kampung Pink digarap oleh organisasi yang bernama Rumah Kita. 

Rumah Kita ini terdiri dari para warga RW 09 Kelurahan Tanah Tinggi, Kota Tangerang. Mereka tergerak untuk melakukan perubahan. 

"Filosofinya Kampung Pink itu baik hati, murah senyum, menjaga etika dan sopan santun. Sesuai warnanya yaitu pink," ungkap Jandi.

Jandi menyebut pembangunan Kampung Pink dilakukan guna merubah perilaku masyarakat. Sebab di wilayah Tangerang Tinggi ini dikenal sebagai zona hitam.

"Dicap sebagai wilayah bandit. Makanya untuk lebih ke arah perubahan perilaku. Semoga mampu mengangkat derajat masyarakat," imbuhnya.

Kampung Pink diproyeksikan sebagai objek wisata teranyar di Kota Tangerang. Menyajikan unsur warna pink dengan corak berbagai gambar feminim, sarana mainan anak-anak, penghijauan, kuliner serta kesenian tradisional.

"Untuk mengangkat kearifan lokal. Anak-anak muda di sini ingin mengubah perilaku. Makanya mereka berkarya mau membangun Kampung Pink," tutur Jandi.

Kedepan Kampung Pink ini dapat menggerakan roda perekonomian masyarakat. Yakni dengan tumbuhnya pelaku UMKM yang berjualan di lokasi sekitar. 

"Ada juga bercocok tanamnya untuk menjaga ketahanan pangan. Dapat dukungan dari Pemkot Tangerang dan sponsor utama yaitu Propan," bebernya.

Pabrik produksi cat Propan menjadi sponsor utama dalam pembangunan Kampung Pink itu. Lokasi yang luasnya 12,5 hektar dipercantik dengan suasana warna dasar pink.

Ada sekitar 404 unit rumah juga dilakukan pengecatan. Terdiri dari lingkup 4 RT dam 1 RW. 

"Kami tertarik dalam pembangunan Kampung Pink ini karena bertujuan untuk revolusi mental," kata Direktur Propan, Yuwono Imanto. 

Disediakan 119 ukuran cat besar setiap wadahnya berisikan 25 kg. Ditambah 328 galon cat 4 kg warna putih dan 328 galon 4 kg warna pink.

"Total 25.000 liter cat kami berikan. Ada juga sejumlah tanaman untuk penghijauan," ucapnya.

Yuwono menyatakan, bahwa revolusi mental ini sesuai dengan kemauan program Presiden RI Joko Widodo. Ia pun tertarik dalam berkontribusi untuk mengubah pola hidup masyarakat menjadi lebih baik. 

"Nanti ke depannya kami akan memberi pelatihan kepada para warga. Agar mereka juga mempunyai keahlian untuk bekerja dan mau berubah. Tujuannya demi menciptakan SDM yang tangguh, Indonesia maju," papar Yuwono.(ADV)

BISNIS
Dampak Rupiah Melemah, Industri Minuman Kemasan Tertekan Biaya Produksi dan Daya Beli

Dampak Rupiah Melemah, Industri Minuman Kemasan Tertekan Biaya Produksi dan Daya Beli

Jumat, 5 Juni 2026 | 23:57

Industri makanan dan minuman nasional, khususnya sektor minuman kemasan, terus menunjukkan resiliensinya sebagai salah satu tulang punggung manufaktur di Indonesia.

AYO! TANGERANG CERDAS
PIN SPMB Kota Tangerang Belum Masuk WhatsApp? Orang Tua Diminta Cek Data Pendaftaran 

PIN SPMB Kota Tangerang Belum Masuk WhatsApp? Orang Tua Diminta Cek Data Pendaftaran 

Jumat, 5 Juni 2026 | 13:45

Sejumlah orang tua dan calon peserta didik di Kota Tangerang masih mengeluhkan PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang belum diterima melalui WhatsApp.

WISATA
Beri Nuansa Beda, Novotel Tangerang Hadirkan Promo Santap All You Can Eat Mongolian BBQ sambil Nikmati Pertunjukan Budaya Nusantara

Beri Nuansa Beda, Novotel Tangerang Hadirkan Promo Santap All You Can Eat Mongolian BBQ sambil Nikmati Pertunjukan Budaya Nusantara

Senin, 8 Juni 2026 | 15:10

Masyarakat Kota Tangerang dan sekitarnya berkesempatan menikmati pertunjukan budaya Nusantara sambil menyantap hidangan makan sepuasnya yang digelar Novotel Tangerang sepanjang Juni 2026.

TEKNO
Waspada! Ada 263 Ribu Link Penjualan Online Kosmetik Ilegal Beredar di Indonesia

Waspada! Ada 263 Ribu Link Penjualan Online Kosmetik Ilegal Beredar di Indonesia

Jumat, 5 Juni 2026 | 18:50

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia (RI), Taruna Ikrar mengungkapkan ada sebanyak 263.000 link penjualan kosmetik ilegal yang telah beredar di seluruh wilayah Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill