Connect With Us

Begini Perayaan Hari Disabilitas Internasional di Tangcity Mall 

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 6 Desember 2020 | 17:20

Focus Group Discussion (FGD) digelar pada Sabtu (5/12/2020) di Main Atrium Tangcity Mall sebagai acara pamungka. (@TangerangNews / Rangga A Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Tangcity Mall melanjutkan partisipasinya dalam rangka peringatan Hari Disabilitas Internasonal yang jatuh pada 3 Desember secara berbeda, dalam sebuah rangkaian kegiatan bertajuk "Tangcity Paracreative Day".

Kegiatan tersebut diisi berbagai kegiatan seperti lomba mewarnai, menggambar dan menulis secara daring (online) yang berlangsung mulai 17 November hingga 5 Desember 2020.

Para peserta lomba merupakan siswa berkebutuhan khusus dari berbagai sekolah yang berada di Tangerang.

Puncaknya, Focus Group Discussion (FGD) digelar pada Sabtu (5/12/2020) di Main Atrium Tangcity Mall sebagai acara pamungka.

Lalu dilanjutkan pengumuman pemenang lomba dengan tema diskusi "Tantangan dan Peran Keluarga dalam Membangun Karakter Anak Berkebutuhan Khusus Pasca-Pandemi".

Focus Group Discussion (FGD) dalam acara puncak Tangcity Paracreative Day menghadirkan tiga narasumber yaitu praktisi pendidikan khusus Dra Ngatini, Psikolog Keluarga dan Anak Nurhasanah dan Sociopreuner, serta Agusnadi sebagai pendiri wadah lokakarya Kita Setara untuk wirausaha penyandang disabilitas.

Kepala Bidang Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Suoandi menyambut baik kegiatan ini.

Pihaknya akan mendukung agar acara tingkat Provinsi Banten bisa dilaksanakan di Tangcity Mall, karena SKh (sekolah khusus), SMA, dan SMK merupakan kewenangan Pak Gubernur.

"Semoga terus berlanjut acara seperti ini di tahun-tahun berikutnya," ujarnya.

Supandi juga menyinggung soal penambahan sekolah khusus di Provinsi Banten. Rencananya akan ada dua sekolah khusus di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan.

"Semoga jadi solusi Bapak dan Ibu guru yang bertugas jauh di Balaraja  (Kabupaten) misalnya, bisa bekerja di Kota, dan seterusnya," tutur Supandi.

Building Manager Tangcity Mall Wina Andriyani menjamin sekolah hingga komunitas akan terus mendapat kemudahan akses dan fasilitas untuk berkegiatan.

"Kegiatan ini merupakan salah satu ajang berkreasi dan tempat belajar untuk tim kami, khususnya Departemen Community Relations bersama sekolah-sekolah yang sudah bekerja sama," tutur Wina.

Tangcity Mall berupaya untuk memberikan kesempatan yang sama karena semua orang setara.

"Oleh karena itu kami tidak ingin ketinggalan momen peringatan Hari Disabilitas, sama seperti perayaan lainnya yang sudah digelar di Tangcity bersama yayasan, sekolah, atau komunitas lain," ujar Wina. (RAZ/RAC)

WISATA
Tembus Top 125 Event Nasional, Festival Cisadane 2026 Siap Digelar Lebih Megah dan Ramah Lingkungan

Tembus Top 125 Event Nasional, Festival Cisadane 2026 Siap Digelar Lebih Megah dan Ramah Lingkungan

Jumat, 10 Juli 2026 | 14:40

Kota Tangerang bersiap menyambut salah satu perhelatan budaya terbesar tahun ini. Festival Cisadane 2026 resmi akan berlangsung selama lima hari penuh, mulai 22 hingga 26 Juli 2026, dengan berpusat di Jembatan Kaca Berendeng.

OPINI
Gemar dan Gamas: Solusi Nyata atau Sekadar Seremonial Fenomena Fatherless?

Gemar dan Gamas: Solusi Nyata atau Sekadar Seremonial Fenomena Fatherless?

Kamis, 16 Juli 2026 | 18:33

Kesibukan ayah mencari nafkah saat ini secara tidak langsung telah mengikis perannya sebagai pendidik dan pelindung keluarga. Hari ini banyak anak-anak yang merasa kehilangan sosok ayahnya, baik secara fisik maupun psikis.

BANTEN
38 Ribu Warga Banten Diprediksi Terdampak Kekeringan, Lebak dan Kabupaten Tangerang Terbanyak

38 Ribu Warga Banten Diprediksi Terdampak Kekeringan, Lebak dan Kabupaten Tangerang Terbanyak

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:39

Dampak fenomena El Nino mulai menghantui wilayah Provinsi Banten. Memasuki pertengahan Juli 2026, sejumlah wilayah telah melaporkan krisis air bersih, memicu langkah cepat BPBD Banten dalam memperkuat mitigasi di seluruh kabupaten/kota.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill