Connect With Us

Kota Tangerang Darurat Tempat Pemakaman Umum

Tim TangerangNews.com | Senin, 12 Juli 2021 | 17:19

Wali Kota Tangerang Arief R Wismanyah menyampaikan, bahwa kondisi di wilayahnya saat ini semakin minim tempat pemakaman umum (TPU). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Wali Kota Tangerang Arief R Wismanyah menyampaikan, bahwa kondisi di wilayahnya saat ini semakin minim tempat pemakaman umum (TPU). 

“Minim saat ini. Tetapi kita lagi siapkan lahan baru, tak jauh dari Selapajang Jaya, yakni di Kedaung. Ada sekitar dua hektare yang kita siapkan. Mungkin bisa menampung 5.000 jenazah,” ujar Arief, Senin 12 Juli 2021, siang kepada wartawan. 

Dia mengatakan, kondisi saat ini di TPU Selapajang Jaya hanya tersisa kemungkinan satu sampai dua hari lagi sudah tak mencukupi. Sebab, dalam satu hari sekitar 30 orang berjatuhan karena COVID-19.

 

“Ya sudah habis lahannya, makanya kami sedang mengejar yang dua hektare di Kedaung Wetan,” ujarnya. 

Arief Wismansyah menghimbau masyarakat untuk mematuhi kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM darurat, agar korban tidak terus bertambah.

BISNIS
Warga Banten Makin Jarang Pakai Uang Tunai, Transaksi QRIS Tembus Rp34 Triliun

Warga Banten Makin Jarang Pakai Uang Tunai, Transaksi QRIS Tembus Rp34 Triliun

Kamis, 14 Mei 2026 | 14:20

Penggunaan pembayaran digital di Provinsi Banten terus melonjak sepanjang awal 2026. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mencatat nilai transaksi menggunakan QRIS mencapai lebih dari Rp34 triliun.

NASIONAL
80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Darurat Judi Online 

80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Darurat Judi Online 

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:05

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat hampir 200 ribu anak telah terpapar judi online, termasuk sekitar 80 ribu anak yang masih berusia di bawah 10 tahun.

OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill