Hari Batik Nasional, VIVERE Hotel Gading Serpong Ajak Tamu Belajar Membatik
Jumat, 2 Oktober 2026 | 20:53
VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated Gading Serpong memperingati Hari Batik Nasional dengan menggelar “Rona Nusantara”, Jumat 2 Oktober 2026.
TANGERANGNEWS.com-Baru memasuki hari keenam di Juli ini, Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan telah memakamkan sebanyak ratusan jenazah yang wafat akibat terinfeksi COVID-19.
Hal tersebut menunjukkan bahwa kasus kematian di Tangsel ini masih cukup mengkhawatirkan.
"Sampai pukul 14.30 WIB, total yang dimakamkan ada 18 jenazah. Total ada 220 jenazah untuk bulan Juli, itu dari tanggal 1 sampai 6 Juli ini," ujar Kepala TPU Jombang, Tabroni, Selasa, 6 Juli 2021.
Dirinya mengatakan, tingginya kasus kematian tersebut juga terlihat dari jumlah jenazah yang dimakamkan perharinya.
Pada awal Juli ini, petugas selalu memakamkan lebih dari 40 jenazah dalam sehari.

"Ya Sabtu kemarin ada 44 jenazah, Minggu ada 47 jenazah, dan Senin kemarin ada 43 jenazah, angkanya terus melonjak," terangnya.
Kondisi tersebut, kata Tabroni, jelas membuat petugas pemakaman kewalahan.
Dengan demikian, ia terpaksa untuk mengerahkan dua unit alat berat guna meringankan tugas para penggali makam.
"Untuk beko kita sudah ada penambahan, karena ada lonjakan kita tambah beko. Setiap hari kita lembur," tuturnya.
Tercatat sementara ini, sudah terdapat sebanyak 1.331 jenazah yang telah dimakamkan di TPU Jombang, Ciputat, Tangsel.
VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated Gading Serpong memperingati Hari Batik Nasional dengan menggelar “Rona Nusantara”, Jumat 2 Oktober 2026.
TODAY TAGKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mendorong pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) oleh tenaga pendidik dalam metode pembelajaran di ruang kelas lewat program Terpujilah GURU 2026
Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews