Connect With Us

Angka Kematian COVID-19 Kian Naik, Pemkab Tangerang Lengkapi Fasilitas TPU Sukamulya

Faisal Fazri | Kamis, 1 Juli 2021 | 17:22

Sejumlah petugas COVID-19 saat menguburkan jenazah penderita COVID-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Buniayu, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, Rabu 1 Juli 2021. (@TangerangNews / Faisal Fazri)

TANGERANGNEWS.com- Dinas Perumahan, Permukiman dan Pemakaman Kabupaten Tangerang akan meningkatkan fasilitas prasarana Penerangan Jalan Umum (PJU) dan jalan setapak di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Buniayu, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang.

Peningkatan fasilitas tersebut sangat diperlukan khususnya di TPU Buniayu, mengingat tempat tersebut merupakan tempat pemakaman khusus bagi jenazah yang terpapar virus COVID-19. 

Sehingga, nantinya dengan adanya fasilitas tersebut, tenaga kesehatan dapat dengan segera memakamkan jenazah, baik siang maupun malam.

Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Pemakaman Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah memastikan pihaknya akan terus berupaya meningkatkan pelayanan di TPU Buniayu dengan merenovasi fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) hingga jalan jalan khusus bagi pejalan kaki.

"Kita akan melakukan penataan berupa sarana penerangan jalan umum (PJU), jalan setapak untuk pejalan kaki dan merenovasi pembangunan rumah tinggal penjaga makam sesuai atensi dari Pak Bupati," ucap Iwan, Rabu 1 Juli 2021.

Camat Sukamulya Yati Nurul Hayat.

Camat Sukamulya Yati Nurul Hayat, menjelaskan, akan dibuat sarana dan prasarana (Sarpras) penerangan jalan umum (PJU) untuk penerangan jalan masuk dan jalan khusus pejalan kaki atau jalan Setapak.

"Untuk melengkapi fasilitas di pemakaman khusus COVID-19 Buniayu ini, akan di bangun sarana dan prasarana Fasilitas, berupa PJU dan penambahan akses jalan khusus pejalan kaki," jelasnya.

Kemudian Yati menambahkan, Pemkab Tangerang akan menambah lahan makam di lokasi tersebut, mengingat ketersediaan lahan makam di TPU Buniayu sudah hampir penuh.

"Kami juga akan mempersiapkan penambahan lahan makam untuk antisipasi, dikarenakan satu hari mencapai 5 sampai dengan 15 jenazah dimakamkan di TPU Buniayu. Saat ini angka laju penambahan tersebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan," ungkapnya.

Iapun juga mengimbau, kepada masyarakat agar selalu menerapkan 5M dan juga tidak boleh ada kerumunan, khususnya keluarga pengantar jenazah COVID-19 ini.

"Untuk masyarakat selalu terapkan protokol kesehatan 5M, dan untuk masyarakat yang ingin melakukan pernikahan dipersilahkan akan tetapi hanya akad dan resepsinya ditunda dulu, ini demi kesehatan kita bersama. Dan untuk surat edarannya insya Allah segera menyusul," tutupnya. (RED/RAC)

TANGSEL
TPA Cipeucang Bikin Warga Kena ISPA dan Harga Rumah Turun, Pemkot Tangsel Didugat Rp21,6 miliar

TPA Cipeucang Bikin Warga Kena ISPA dan Harga Rumah Turun, Pemkot Tangsel Didugat Rp21,6 miliar

Jumat, 30 Januari 2026 | 19:30

Warga RW 14 Kelurahan Rawabuntu, Serpong, resmi melayangkan gugatan class action terhadap Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) dan PT Bumi Serpong Damai (BSD).

WISATA
Habiskan Rp2,3 Miliar, Apa Saja Isi Tugu Titik Nol Tangerang?

Habiskan Rp2,3 Miliar, Apa Saja Isi Tugu Titik Nol Tangerang?

Selasa, 20 Januari 2026 | 19:51

Tugu titik nol Kabupaten Tangerang yang sempat menjadi kontroversi lantaran memakan anggaran sebesar Rp2,3 miliar kini sudah mulai beroperasi dan dipergunakan sebagai taman literasi digital untuk masyarakat.

HIBURAN
Rekayasa Lalu Lintas Jalan Kawasan Pintu Air 10, Jadi Tempat Syuting Film Teranyar Lisa Blackpink dan Ma Dong-seok

Rekayasa Lalu Lintas Jalan Kawasan Pintu Air 10, Jadi Tempat Syuting Film Teranyar Lisa Blackpink dan Ma Dong-seok

Kamis, 29 Januari 2026 | 07:43

Sat Lantas Polres Metro Tangerang Kota menerapkan rekayasa lalu lintas selama beberapa hari ke depan seiring dengan penggunaan lokasi tersebut sebagai salah satu titik syuting film internasional terbaru yang dibintangi Lisa BLACKPINK

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill