Komisi I DPRD Kabupaten Tangerang Dorong Ribuan PPPK Jadi Penuh Waktu
Kamis, 9 April 2026 | 21:43
Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Tangerang kini bisa bernapas lega.
TANGERANGNEWS.com-Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang menerapkan lockdown di kantornya atau ditutup sementara, lantaran terdapat enam orang pegawai positif COVID-19, Rabu 30 Juni 2021.
Kepala Seksi Intelejen Kejari Kota Tangerang, Bayu Probo Sutopo membenarkan adanya pegawai yang terpapar COVID-19.
Keenam orang itu terpapar lantaran kerap berinteraksi dengan pihak luar ataupun internal Kejari Kota Tangerang.
"Banyak faktor, sering papasan juga kan ya. Enam orang yang terkonfirmasi," ungkapnya.
Kantor Kejari Tangerang tidak menutup penuh pelayanan publik. Namun, hanya membatasinya.
Salah satu pelayanan publik yang masih berjalan, yakni pengambilan tilang di kantor tersebut.
"Sekitar 25 persen karyawan Kejari Kota Tangerang masih bekerja dari kantor," ujarnya.
Adapun 75 persennya, pegawai wajib bekerja dari rumah atau work form home (WFH).
"Sebetulnya lockdown-nya bukan full. Pelayanan tetep, tapi dibatasi. 75 persen karyawan WFH. Berkaitan dengan tilang dibatasi, di sekuriti ngambilnya nanti," imbuhnya.
Bayu menambahkan, seluruh tahanan Kejari masih aman atau tidak terpapar COVID-19. "Belum tahu untuk berapa lama," pungkasnya. (RED/RAC)
Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Tangerang kini bisa bernapas lega.
TODAY TAGBanten bersiap menyambut layanan kesehatan kelas dunia. Sebab, rumah sakit (RS) berstandar internasional dengan teknologi medis paling mutakhir akan dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK-ETKI) Banten
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang mencatat tingginya angka kunjungan masyarakat ke sejumlah destinasi wisata selama periode libur Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah.
Ancaman investasi bodong kini kian mengintai generasi muda di Banten. Minimnya pemahaman mengenai pengelolaan uang menjadi celah lebar bagi para oknum tak bertanggung jawab untuk menjerat mahasiswa ke dalam praktik keuangan ilegal yang merugikan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews