Connect With Us

Cek Indikator Penanganan COVID-19 di Kota Tangerang, Mendagri: Sangat Baik

Advertorial | Selasa, 27 Juli 2021 | 18:41

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat berjalan bersama Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah di Pusat Pemerintah Kota Tangerang, Selasa 27 Juli 2021. (@TangerangNews / Rangga A Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Di tengah perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 hingga 2 Agustus mendatang, kasus COVID-19 di Kota Tangerang menjukkan angka-angka indikator perbaikan.

Salah satunya, terkait tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) pasien COVID-19 di rumah sakit yang terus turun melandai di angka 73,47 persen, dan Rumah Isolasi Terkonsentrasi (RIT) turun di 35,75 persen.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang dr Liza Puspadewi mengungkapkan dari kapasitas RS yaitu 2.005 tempat tidur, hanya terisi 1.473 tempat tidur.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat berjalan bersama Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah di Pusat Pemerintah Kota Tangerang, Selasa 27 Juli 2021.

Sedangkan RIT dari kapasitas 434 tempat tidur, terisi 120 tempat tidur dan tersisa 314 tempat tidur.

Angka keterisian tempat tidur yang terus turun melandai, juga diiringi dengan angka kesembuhan isolasi mandiri (Isoman) di Kota Tangerang yang mencapai 98 persen.

“Berdasarkan aplikasi SiLacak dan Sirona, untuk angka kesembuhan yang OTG atau isoman di rumah itu mencapai 98 persen, sesuai juknis Kemenkes yang sudah isolasi mandiri melebihi 10 hari. Sedangkan yang berpindah dari kondisi OTG atau ringan menjadi berat dan kritis itu hanya satu hingga dua persen saja,” ungkap dr Liza, saat ditemui di Puspem Kota Tangerang, Selasa 27 Juli 2021.

	Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Tren saat ini pasien OTG di Kota Tangerang banyak yang memilih untuk isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Dikarenakan, sudah dapat pengawasan dan obat-obatan dari Puskesmas, terpantau dalam aplikasi Silacak serta mendapat bantuan sosial berupa sembako hingga makanan matang harian dari Pemkot Tangerang.

Menurut data Kemenkes, 90 persen pasien di RS belum mengikuti vaksinasi. Banyaknya pasien yang isoman di Kota Tangerang dikarenakan kondisinya yang ringan atau OTG. Karena memang, sudah cukup banyak masyarakat Kota Tangerang yang sudah divaksin.

Peta wilayah Kota Tangerang.

"Saya tegaskan, vaksin tidak menjanjikan tidak terpapar COVID-19, tapi menjanjikan efek COVID-19 yang lebih ringan. Hal itupun terbukti dalam kondisi pasien di Kota Tangerang saat ini,” papar dr Liza.

Kondisi ini pun diapresiasi langsung Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian usai melakukan kunjungan terkait penanganan dan penanggulangan COVID-19 di Kota Tangerang. 

Menurutnya, berdasarkan pemaparan Wali Kota Tangerang beserta jajarannya, terlihat indikator yang sangat baik dalam penanganan COVID-19 di Kota Tangerang.

"Mulai dari penurunan BOR, kasus kematian, hingga angka kesembuhan. Ini menunjukkan pelaksanaan PPKM yang sudah lewat betul-betul berkolerasi dengan angka penanganan COVID-19,” ungkap Tito, saat press coference. 

Tito mengimbau, jajaran Pemkot Tangerang hingga seluruh petugas lapangan untuk tidak jenuh, lengah dengan angka-angka tersebut.

"Angka-angka menunjukkan kabar baik, tapi jangan lengah, kita semua harus konsisten dengna gerakan di lapangan,” tegasnya. (ADV)

BANTEN
Kemarau 2026 di Banten Diprediksi Lebih Cepat, BMKG Ungkap Pemicunya

Kemarau 2026 di Banten Diprediksi Lebih Cepat, BMKG Ungkap Pemicunya

Kamis, 7 Mei 2026 | 13:03

BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di wilayah Banten akan datang lebih cepat dibanding biasanya. Wilayah Banten Selatan disebut sudah mulai memasuki musim kemarau sejak awal Mei 2026.

SPORT
Bertanding Hanya dengan 9 Pemain, Persita Kalah 0-2 dari Borneo FC

Bertanding Hanya dengan 9 Pemain, Persita Kalah 0-2 dari Borneo FC

Rabu, 6 Mei 2026 | 08:38

Persita Tangerang harus mengakui keunggulan Borneo FC dengan skor 0-2 pada lanjutan pekan ke-31 BRI Super League.

BISNIS
Jasa Pembuatan PT Murah untuk Bisnis Baru: Solusi Legal Cepat dan Aman

Jasa Pembuatan PT Murah untuk Bisnis Baru: Solusi Legal Cepat dan Aman

Kamis, 7 Mei 2026 | 11:08

Memulai bisnis tanpa legalitas yang jelas bisa menjadi hambatan besar di masa depan. Banyak pelaku usaha akhirnya kesulitan saat ingin bekerja sama dengan perusahaan besar atau mengikuti tender.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill