Bus Penumpang Kepergok Angkut Belasan Motor Kredit di Pelabuhan Merak, Hendak Digelapkan ke Sumatera
Sabtu, 14 Februari 2026 | 20:18
Jajaran Ditreskrimum Polda Banten membongkar sindikat penggelapan kendaraan bermotor kredit atau jaminan fidusia.
TANGERANGNEWS.com-Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Provinsi Banten akan mengizinkan kampus menggelar uji coba perkuliahan tatap muka terbatas pada awal semester ganjil, yakni 8 september 2021.
Ketentuan ini menyusul status Provinsi Banten yang telah memasuki zona kuning pandemi COVID-19 atau PPKM Level 3 seiring menurunnya angka kasus penularan.
“Atas pertimbangan tersebut, APTISI memberi lampu hijau seluruh kampus di Banten untuk menggelar uji coba perkuliahan tatap muka secara terbatas,” kata Abas Sunarya, Ketua APTISI Provinsi Banten, Jumat 3 September 2021.
Sejumlah skenario yang menjadi acuan telah disiapkan, dimana satu kelas hanya boleh di isi maksimal 20 persen dari kapasitas baik teori maupun praktikum. Areal kampus juga dilengkapi dengan sarana prasarana protokol kesehatan COVID-19.
“Tapi hanya dosen dan mahasiswa yang sudah tervaksinasi COVID-19 minimal satu dosis yang diperbolehkan mengikuti uji coba,” jelas Abas.
Meski demikian, APTISI Provinsi Banten menghimbau kepada pimpinan kampus untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat, sebelum lakukan uji coba kuliah tatap muka.
Wina, mahasiswi salah stau kampus di Tangerang menyambut baik uji coba kuliah tatap muka tersebut. “Karena sudah satu tahun kuliah secara daring, kurang efektif,” ungkapnya. (RAZ/RAC)
Jajaran Ditreskrimum Polda Banten membongkar sindikat penggelapan kendaraan bermotor kredit atau jaminan fidusia.
TODAY TAGPergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
Rangkaian kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah Kabupaten Tangerang, khususnya di Pasar Kemis, rasanya sudah sulit dianggap sekedar kebetulan. Belum ada satu bulan, setidaknya empat kecelakaan terjadi di wilayah yang kurang lebih sama.
Manajemen PT Biotek Saranatama membantah tudingan bahwa perusahaannya menjadi penyebab pencemaran Sungai Cisadane.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews