Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANGNEWS.com-Pihak kepolisian dari Polres Metro Tangerang Kota menyebar aparat untuk berjaga di sejumlah titik Kota Tangerang demi menciptakan ketentraman dan ketertiban masyarakat, Selasa 18 Januari 2022 dini hari.
Hal itu untuk mencegah adanya aksi geng motor atau gangster yang belakangan ini marak dan meresahkan masyarakat.

Kasi Humas Polres Metro Tangerang Kota Kompol Abdul Rachim membenarkan, bahwa aparat kepolisian diterjunkan di sejumlah titik. "Betul," jelasnya kepada TangerangNews.
Menurutnya, aparat yang diterjunkan disebut sebagai Tim Patroli Presisi. Aparat ini dikerahkan setiap malam dan dini hari, yang rutin dilakukan setiap hari.

Mereka juga bertugas menciptakan kondusifitas di Kota Tangerang dengan berpatroli. "Jadi setiap malam mulai jam 00.00 s/d 05.00 Tim Patroli Presisi melaksanakan patroli keliling," katanya.
Rachim menambahkan, aparat akan melakukan penindakan jika ada kejadian yang meresahkan masyarakat, termasuk aksi gangster.

"Sasarannya pemukiman, kompleks perumahan, untuk antisipasi curas, curat, dan curanmor," pungkasnya.
Pengerahan Tim Patroli Presisi tersebut juga sesuai dengan pernyataan Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Komarudin yang menyampaikan menabuh genderang perang terhadap perilaku-perilaku kejahatan yang meresahkan masyarakat di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota.
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TODAY TAGRencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.
Menyikapi perkembangan situasi di Riyadh, Arab Saudi, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Kota Tangerang memastikan operasional penerbangan langsung menuju Jeddah dan Madinah hingga saat ini tetap berjalan normal dan lancar.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews