UMT menyerahkan beasiswa kepada empat siswa terbaik SMK Prima Unggul Kota Tangerang, yang diterima oleh kepala sekolah. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)
TANGERANGNEWS.comEmpat siswa terbaik di SMK Prima Unggul Kota Tangerang mendapat beasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT).
Dekan FISIP UMT Achmad Kosasih mengatakan beasiswa ini diberikan untuk memotivasi siswa-siswi agar melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah setelah lulus SMK.
"Agar nantinya setelah lulus dari SMK, bisa melanjutkan kejenjang selanjutnya," katanya saat perhelatan wisuda SMK Prima Unggul di Narita Hotel Cipondoh, Kota Tangerang, Rabu 15 Juni 2022.
UMT sebagai salah satu kampus yang berkomitmen terus meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan kompetitif. Karena itu, Kosasih mengajak putra putri terbaik lulusan dari SMK Prima Unggul untuk bergabung dan berkolaborasi dengan UMT.
Kepala SMK Prima Unggul Feby Wulandary juga menyambut baik kerjasama yang ditawarkan oleh UMT. "Kerjasama yang bagus, semoga terjalin terus mudah-mudahan banyak siswa yang masuk kuliah di UMT," ujarnya.
Menurutnya siswa siswi lulusan Prima Unggul mempunyai dua kategori. Yang pertama, mereka yang lulus siap bekerja, dan yang kedua mereka akan melanjutkan pendidikan lagi ke jenjang selanjutnya yakni kuliah.
Feby berharap setelah kelulusan, para alumni bisa melakukan apa yang mereka harapkan sesuai dengan passionnya. Apalagi ada beasiswa yang diterima oleh empat siswa terbaik sesuai dengan jurusan masing-masing.
"UMT kampus yang religi dengan basis agama, yang sangat diperlukan sekarang untuk pendidikan anak yang mempunyai karakter dan akhlak. Semoga mereka bisa memanfaatkan beasiswa tersebut," ujarnya.
Di Kabupaten Tangerang, lubang jalan bukan lagi anomali. Ia telah menjadi pola. Ia hadir bukan sebagai kecelakaan kebijakan, melainkan sebagai hasil dari pembiaran yang sistematis.
Di tahun 2026, sistem kerja perusahaan semakin dinamis. Banyak bisnis sudah menerapkan hybrid working, multi-shift, hingga operasional lintas lokasi. Karena itu, absensi manual seperti tanda tangan atau spreadsheet sudah tidak lagi relevan.
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""