Pemeriksaan kesehatan hewan kurban di Kota Tangerang. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)
TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengimbau kepada masyarakat untuk selektif dalam memilih hewan kurban untuk ibadah Idul Adha 2022.
Hal itu menanggapi adanya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan. Terlebih, Kota Tangerang disebut sebagai daerah terbanyak kasus PMK dengan jumlah 800-an kasus.
"Bagi umat muslim warga Kota Tangerang yang ingin melaksanakan ibadah kurban, saya mengimbau agar memilih hewan kurban yang sehat dan tidak cacat sesuai dengan kriteria," ujar Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah, Senin 4 Juli 2022.
Arief menyarankan, masyarakat terutama muslim untuk membeli hewan kurban dari lapak-lapak yang sudah mendapatkan rekomendasi pemerintah dan melakukan penyembelihan sesuai dengan panduan yang telah disosialisasikan.
"Demi menghindari risiko penyakit mulut dan kuku," pungkasnya.
Seperti diketahui, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang tengah masif menurunkan belasan dokter hewan, untuk memeriksa seluruh kesehatan hewan kurban di seluruh peternakan hingga lapak penjualan hewan kurban di Kota Tangerang.
Jika semua dicek, serta hasilnya aman serta sesuai standar, DKP akan memberikan stiker yang menyatakan lapak tersebut terbebas dari PMK.
"Stiker ini bisa menjadi acuan para pembeli hewan kurban, untuk lebih yakin hewan-hewan yang dijual sudah melewati pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan sehat," kata Abduh Surahman, Kepala DKP Kota Tangerang, Selasa 14 Juni 2022.
Sinar Mas Land kembali mengukuhkan prestasinya di bidang komunikasi korporasi dengan meraih Juara II Perhumas PR Excellence Awards 2026 untuk kategori Teknologi & Digital PR.
Kompetisi teknologi bidang coding dan robotik, Codero National Competition (CNC) 2026 digelar di Mall @ Alam Sutera, Tangerang, selama 24–25 Oktober 2026.
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten mencatat sebanyak 160 perusahaan pertambangan telah mengantongi izin operasi produksi di wilayah Banten.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""