Pria di Kosambi Diciduk Polisi Jual 1.346 Butir Tramadol dan Eximer
Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:36
Polisi mengamankan seorang pria berinisial CF, 25, yang diduga menjual obat keras daftar G di kawasan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.
TANGERANGNEWS.com-Terkait dengan virus cacar monyet atau monkeypox yang telah terdeteksi di DKI Jakarta, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang mengaku sudah melakukan antisipasi sebelumnya, dengan memberikan informasi terkait pencegahan dan penanganan kepada masyarakat.
"Sudah kita Informasikan, jauh-jauh hari terkait cacar monyet tersebut sejak bulan Mei 2022, melalui postingan Instagram Dinkes Kota Tangerang," Humas Dinkes Kota Tangerang Erwin Januar ketika ditemui di kantornya, Senin 22 Agustus 2022.
Erwin menjelaskan jika penyakit tersebut bisa sembuh sendiri selama 14 sampai 21 hari. Namun untuk pengobatannya akan dilihat secara sistematis sesuai gejalanya.

Untuk mencegah penularan virus ini, warga diimbau untuk menghindari kontak langsung dengan tikus atau primata. Selain itu juga bahan makanan yang berupa daging harus dimasak dengan benar dan matang sempurna.
"Jika sudah bergejala bisa segera melapor ke puskesmas, kemudian isolasi mandiri seperti Covid-19 agar tidak menularkan kepada orang lain, itu yang kita jaga," imbuh Erwin.
Dinkes melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular selalu berkoordinasi dengan puskesmas apabila adanya laporan warga mengenai cacar monyet.
Adapun terkait dengan antisipasi penyebaran melalui luar negeri seperti yang terjadi di Jakarta, hal tersebut menjadi kewenangan bagian biro kesehatan Imigrasi, seperti dilakukannya karantina.
Polisi mengamankan seorang pria berinisial CF, 25, yang diduga menjual obat keras daftar G di kawasan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.
TODAY TAGPemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mulai menerapkan skema rekayasa lalu lintas contraflow selama proyek perbaikan ruas Jalan Sangego Selatan, Bayur, Kecamatan Periuk, berlangsung.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews