Connect With Us

Harga Bahan Pokok di Pasar Tangerang Melonjak Dampak Kenaikan BBM

Fahrul Dwi Putra | Minggu, 4 September 2022 | 09:00

Pedagang sembako di Pasar Bayam, Jalan Empu Sedah Raya, Kelurahan Bencongan Indah, Kecamatan Kelapa Dua, Kota Tangerang, terdampak kenaikan harga BBM, Sabtu 3 September 2022. (@TangerangNews / Fahrul Dwi Putra)

TANGERANGNEWS.com-Harga bahan bakar minyak (BBM) yang resmi dinaikkan pemerintah, Sabtu, 3 September 2022 pukul 14.30 WIB, berdampak pada lonjakan harga-harga bahan pokok di pasar tradisional Tangerang.

Seperti diungkapkan, Jef, salah satu pedagang sembako dan rempah-rempah, di Pasar Bayam, Jalan Empu Sedah Raya, Kelurahan Bencongan Indah, Kecamatan Kelapa Dua, Kota Tangerang.

"Sebelum BBM naik harga cabai Rp50 ribu per kilogram, sekarang bisa Rp75 ribu bahkan Rp85 ribu dan ada yang menjual sampai Rp100 ribu," ujarnya kepada TangerangNews, Sabtu, 3 September 2022.

Kenaikan harga tersebut sempat dikomplain pelanggan lamanya. Namun, ia pun harus menyesuaikan harga dari pasar induk. Jika ada kenaikan BBM berarti biaya transportasi akan bertambah.

"Kalau kenaikan BBM, cukup berdampak bagi kita pedagang bahan-bahan pokok," kata Jef.

Ia berharap pemerintah dapat melakukan stabilisasi terhadap harga-harga bahan pokok, agar daya beli masyarakat tidak turun, sehingga para pedagang pun dapat kembali mendapat keuntungan.

NASIONAL
Bahlil Pastikan Bensin Campur Etanol 10 Persen Berlaku Mulai 2028

Bahlil Pastikan Bensin Campur Etanol 10 Persen Berlaku Mulai 2028

Jumat, 9 Januari 2026 | 12:23

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan kebijakan pencampuran etanol sebesar 10 persen ke dalam bahan bakar minyak jenis bensin atau E10 mulai diberlakukan paling lambat pada 2028.

OPINI
Paradoks IPM Tinggi: Antara Capaian Angka dan Kualitas Manusia

Paradoks IPM Tinggi: Antara Capaian Angka dan Kualitas Manusia

Rabu, 7 Januari 2026 | 19:00

enaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Tangerang patut diapresiasi. Namun, pertanyaan mendasarnya bukan sekadar soal angka, melainkan arah manusia yang sedang dibentuk.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill