Bus ke Baduy Tarif Rp 1 Berlaku Terbatas, Hanya Akhir Pekan Selama Sebulan
Senin, 27 April 2026 | 07:36
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TANGERANGNEWS.com-Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menimbulkan gejolak aksi protes di berbagai daerah termasuk Kota Tangerang sehingga berbagai lapisan masyarakat menggelar aksi demo.
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho memberikan imbauan ketika mengawal aksi demo mahasiswa di depan gedung DPRD Kota Tangerang, Selasa, 6 September 2022.
"Memang lebih bagus berdialog. Dengan dialog lebih mudah untuk menyampaikan apa yang menjadi aspirasi dan ditampung secara cepat," kata Zain kepada awak media.
Menurutnya, penyampaian aspirasi secara dialog dan persuasif lebih efektif, agar aksi unjuk rasa dapat berjalan dengan aman, tertib, dan aman.
Zain menambahkan, pihaknya bersama instansi terkait akan mempersiapkan segala kemungkinan antisipasi terkait pascapenyesuaian harga BBM.
"Jadi dari kemarin, hari ini, rencananya besok kemudian tanggal 9 maupun 13 kami siap," ujar Zain.
Zain kembali mengimbau kepada masyarakat, mahasiswa, maupun buruh tetap menjaga ketertiban agar aman dan kondusif serta tidak melakukan hal-hal yang melanggar aturan hukum.
"Jangan terprovokasi dan selalu kedepankan dialog untuk menyampaikan aspirasi," pungkasnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TODAY TAGMahasiswa Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Pamulang menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SMPN 7 Kota Tangerang Selatan, Rabu 29 April 2026.
Komplotan spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) asal Lampung Timur yang kerap beraksi dengan menggunakan senjata api (senpi) ditangkap saat beraksi di Kota Tangerang.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews