Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik
Senin, 19 Oktober 2026 | 18:28
BINUS ASO School of Engineering resmi membuka kampus baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB BSD, Kabupaten Tangerang.
TANGERANGNEWS.com-Festival Al-Azhom yang digelar dekat kawasan Pusat Pemerintah Kota Tangerang ramai dipadati pengunjung, Sabtu 1 Oktober 2022, malam.
Namun antusiasme warga yang meramaikan festival ini tidak dibarengi dengan kesadaran terhadap kebersihan.
Berdasarkan video yang viral di media sosial, tampak sampah berserakan di Taman Elektrik saat Festival Al-Azhom berlangsung. Sampah yang kebanyakan dari plastik itu memenuhi area taman yang biasa dipakai para pengunjung duduk-duduk.
Sampah-sampah diduga bekas bungkus jajanan itu seperti ditinggal begitu saja, oleh pengunjung yang datang dan nongkrong di lokasi.
Hal ini pun mendapat tanggapan dari para netizen. Mereka menyayangkan pengunjung yang tidak memiliki kesadaran untuk membuang sampah.
"Jajan enggak seberapa, nyampahnya banyak. Apa susahnya buang sampah ke tempatnya," tulis akun @tiaaaylsr di kolom komentar postingan Instagram @infotangerang.id.
"Bukan hari ini, tiap malem minggu. Selain sampah yang berserakan, kalau main kesini pengamennya banyak banget. Tiap menit ada jadi kalau ke sini siapin uang receh yang banyak," tulis @andriyusup007.
Lihat postingan ini di Instagram
BINUS ASO School of Engineering resmi membuka kampus baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB BSD, Kabupaten Tangerang.
TODAY TAGKematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan meresmikan fasilitas Beranda Imigrasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (ETKI) Banten, BSD City, Kabupaten Tangerang
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyinggung penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik yang dinilainya masih kalah dominan dibandingkan bahasa Inggris.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews