Pemerintah Serahkan DIM RUU PPRT ke DPR, Pembahasan Masuk Tahap Lanjut
Selasa, 21 April 2026 | 07:32
Pemerintah resmi menyerahkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) untuk RUU PPRT kepada DPR RI pada Senin, 20 April 2026.
TANGERANGNEWS.com-Wali Kota Arief R. Wismansyah minta dinas teknis bisa memaksimalkan lahan untuk pelayanan publik. Hal ini seiring dengan semakin meningkatnya kebutuhan untuk ruang publik.
"Jadi kalau mau bangun jangan asal plak-plok, ditata juga layout-nya, sehingga lahan bisa dimaksimalkan untuk masyarakat," kata Arief saat meninjau lahan fasos-fasum di Banjar Wijaya yang sedang dibangun sebagai salah satu venue Porprov VI Banten, Selasa, 25 Oktober 2022.
Arief yang ditemani Kepala Dinas Perkim Sugiharto Achmad Bagdja dan Kepala Dinas PUPR Ruta Ireng juga meminta agar lahan yang ada di sekitaran venue bisa ditata sehingga bisa dinikmati oleh masyarakat.
"Jadi nanti bisa juga jadi ruang publik," ujarnya.
Arief juga meninjau pembangunan Wisma Atlet Kota Tangerang yang juga sebagai lokasi venue cabang olahraga sepatu roda di wilayah Kelurahan Poris Plawad Indah, Kecamatan Cipondoh.
"Percepatan proses kegiatannya harus serentak antara bangunan dan area luar, karena waktunya sudah mepet," pintanya lagi.
Sebagai informasi, saat ini Pemerintah Kota Tangerang di tengah keterbatasan lahan terus menggencarkan pembangunan sarana prasarana olahraga. Selain dimanfaatkan untuk kegiatan Porprov VI Banten, bangunan-bangunan tersebut diharapkan juga bisa menjadi ruang kegiatan publik yang bisa dinikmati masyarakat.
Pemerintah resmi menyerahkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) untuk RUU PPRT kepada DPR RI pada Senin, 20 April 2026.
TODAY TAGPelaksanaan UTBK 2026 yang akan berlansung pada Selasa 21 April 2026, untuk sesi siang tidak berlangsung dengan waktu yang sama di seluruh titik ujian.
Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews