Connect With Us

Dinsos Kota Tangerang Klarifikasi Soal Ambil Paksa Anak Asuh Youtuber Pratiwi Noviyanthi

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 3 Agustus 2023 | 05:58

Tangkapan layar video ambil paksa anak-anak asuh relawan sekaligus Youtuber Pratiwi Noviyanthi di kawasan perumahan Cipondoh, Kota Tangerang (@TangerangNews / Istimewa )

TANGERANGNEWS.com- Baru-baru ini beredar video yang memperlihatkan diduga Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang mengambil paksa anak-anak asuh dari relawan sekaligus Youtuber Pratiwi Noviyanthi.

Seperti diketahui, mantan pramugari yang bertempat tinggal di komplek perumahan wilayah Cipondoh Kota Tangerang itu memang kerap merawat orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) hingga tak jarang turut mengasuh anak-anak dari ODGJ tersebut.

Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, @pratiwinoviyanthi_real, terlihat detik-detik para petugas Dinsos mengambil bayi yang diasuh oleh Pratiwi.

Menurut penuturannya, para petugas Dinsos beralasan hal itu dilakukan lantaran Pratiwi tidak memiliki prosedur legalitas yang jelas untuk mengadopsi anak-anak dari penyintas ODGJ.

Ia pun sempat menunjukkan sejumlah berkas akta notaris, namun disebut belum cukup lengkap.

Pratiwi mengaku, selama ini dirinya memang tidak memperhatikan prosedur legalitas. Sebab, apa yang ia lakukan hanya atas dasar kemanusiaan.

"Alhamdulillah, kita sudah merawat ODGJ dan juga ada bayinya yang tidak kita pisahkan ibu dan bayinya," ungkap Pratiwi dalam salah satu unggahannya.

Unggahan video pengambilan paksa tersebut pun viral dan menuai kecaman dari para warganet.

Bahkan, diketahui saat ini akun media sosial milik Dinsos Kota Tangerang ditangguhkan usai diserbu para warganet.

Kepala Dinsos Kota Tangerang Mulyani menjelaskan, para petugas yang terlihat dalam video viral tersebut memang berasal dari Dinsos Kota Tangerang.

Namun, Mulyani menyatakan bahwa para petugas Dinsos Kota Tangerang hanya diminta untuk menemani Kementerian Sosial dan Kepolisian.

"Jadi kami hanya diminta mendampingi petugas Kepolisian dan Kemensos. Karena kebetulan lokasi kejadiannya di wilayah administratif kota Tangerang," jelas Mulyani saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu, 2 Agustus 2023.

Mulyani membeberkan, kondisi dari para anak-anak tersebut sudah berada dalam naungan Kementerian Sosial dan dipastikan mendapat perawatan yang layak, sehingga masyarakat tidak perlu khawa

"Anak-anak tersebut saat ini pun diketahui dalam naungan Kementerian Sosial. Saat ini, kejadian tersebut pun sudah dalam penanganan dan pendalaman oleh pihak Bareskim Polri. Hasilnya apa, indikasinya apa, merupakan ranah Bareskrim Polri yang nanti akan memberikan penjelasan,” paparnya.

Terkait hujatan yang mengarah ke Dinsos Kota Tangerang, Mulyani mengaku heran atas tindakan para warganet yang menurutnya telah termakan provokasi.

"Dengan ini, kami mengimbau, masyarakat untuk tidak mudah menarik kesimpulan, sebelum dapat informasi yang lengkap dan benar. Lebih bisa menahan diri dengan pemberitaan yang ada dan jangan termakan provokasi," tegas Mulyani.

Lanjutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang tidak melarang masyarakat untuk ikut serta dalam menyelenggarakan urusan sosial di wilayah Kota Tangerang asalkan memiliki aturan dan kelengkapan berkas yang jelas dan legal.

Menurutnya, hingga saat ini pihak Dinsos Kota Tangerang belum menerima surat pengajuan Yayasan dari Pratiwi Noviyanthi.

“Sejauh ini, Dinsos Kota Tangerang belum pernah menerima surat-surat pengajuan Yayasan dari yang bersangkutan," katanya.

Dikatakan Mulyani, masyarakat penyelenggara urusan sosial harus memiliki kelengkapan berkas baik itu pengajuan pendirian Yayasan sosial, pengumpulan uang atau barang untuk pendanaan program sosial oleh yayasan sosial, hingga proses adopsi anak.

"Kota Tangerang sendiri, jumlah Yayasan yang tercatat keberadaannya di Kota Tangerang ada diangka 140 lebih dan hingga kini terus mendapat pemantauan, pendampingan atau pembinaan berkala dari Dinsos Kota Tangerang,” imbuhnya.

Pasalnya, kelengkapan legalitas dimaksudkan guna memastikan setiap anak-anak yang telah diadopsi nantinya mendapatkan perlindungan hak yang jelas.

“Hal itu, sebagai perlindungan hak-hak anak yang diurus atau adopsi, terlebih untuk menghindari penyimpangan-penyimpangan yang tidak sesuai,” tutupnya.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

HIBURAN
Khusus Oktober, Pakons Prime Hadirkan Promo Kamar Plus Tiket CGV Mulai Rp550 Ribu

Khusus Oktober, Pakons Prime Hadirkan Promo Kamar Plus Tiket CGV Mulai Rp550 Ribu

Jumat, 16 Oktober 2026 | 07:48

Pakons Prime Hotel Tangerang menghadirkan dua paket promosi kamar selama Oktober 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill