Connect With Us

Siapkan Pasanganmu Sekarang! Ini Cara Mengurus Akta Nikah di Disdukcapil Kota Tangerang

Fahrul Dwi Putra | Rabu, 23 Agustus 2023 | 11:51

Ilustrasi pernikahan. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com- Akta nikah adalah bukti resmi dari sahnya perkawinan pasangan yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). 

Dokumen ini sangat penting karena membuktikan bahwa pasangan telah sah dalam perkawinan menurut agama dan kepercayaan mereka. Bagi yang ingin mengurus akta nikah, berikut adalah panduan lengkapnya:

Persyaratan yang Perlu Dipersiapkan:

Sebelum mengurus akta nikah, pastikan Anda telah menyiapkan semua berkas persyaratan berikut:

  1. Surat Keterangan atau Surat Pemberkatan Perkawinan dari Pemuka Agama: Dokumen ini membuktikan bahwa perkawinan telah sah menurut ajaran agama yang dianut oleh pasangan.
  2. KTP-el Suami dan Istri: Siapkan fotokopi KTP elektronik suami dan istri.
  3. Pas Foto Berwarna: Siapkan tiga lembar pas foto berwarna suami dan istri berdampingan dengan ukuran 4x6.
  4. Kartu Keluarga Suami dan Istri: Fotokopi kartu keluarga suami dan istri.
  5. Akta Kematian Pasangan (jika berlaku): Jika Anda atau pasangan adalah janda atau duda karena cerai mati, sertakan akta kematian pasangan sebelumnya.
  6. Akta Perceraian (jika berlaku): Jika Anda atau pasangan adalah janda atau duda karena cerai hidup, sertakan akta perceraian.
  7. Surat Keterangan Persetujuan Orangtua (jika berlaku): Jika salah satu pasangan berusia di bawah 21 tahun, sertakan surat persetujuan kedua orangtua.
  8. Surat Penetapan Pengadilan (jika berlaku): Jika salah satu pasangan berusia di bawah 19 tahun, sertakan surat penetapan pengadilan.

Prosedur Pengurusan Akta Nikah:

Setelah Anda memiliki semua persyaratan di atas, ikuti langkah-langkah berikut untuk mengurus akta nikah:

  1. Mengisi Formulir Online: Pemohon mengisi formulir online, mengunggah file-file asli persyaratan, dan mencetak formulir layanan online melalui situs web resmi Disdukcapil Kota Tangerang di https://sobatdukcapil.tangerangkota.go.id/.
  2. Verifikasi dan Validasi: Petugas pelayanan akan melakukan verifikasi dan validasi kelengkapan berkas. Jika berkas Anda kurang lengkap, pengajuan akan dikembalikan. Jika ada masalah dengan berkas, pengajuan akan ditolak.
  3. Pemrosesan Dokumen: Petugas akan memproses dokumen pengajuan melalui aplikasi SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan). Anda dapat memantau status pengajuan melalui aplikasi "sobatdukcapil." Proses ini biasanya memakan waktu maksimal 10 hari kerja.
  4. Tanda Tangani Register dan Ambil Dokumen: Setelah pengolahan selesai, pemohon akan diminta untuk menandatangani register. Setelah itu, Anda dapat mengambil Akta Perkawinan, Kartu Keluarga, dan Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) sesuai dengan lokasi pengambilan yang ditentukan.

Pencatatan Perkawinan bagi Pasangan Non-Muslim:

Terakhir, penting untuk diketahui bahwa Disdukcapil Kota Tangerang telah menjalin kerjasama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk mencatatkan perkawinan bagi pasangan non-Muslim. 

Proses ini akan dilakukan di rumah ibadah sesuai dengan tempat berlangsungnya pernikahan. Petugas rumah ibadah yang telah dilatih akan menginput data melalui situs web sobat dukcapil. Setelah data lengkap, Disdukcapil, rumah ibadah, dan pasangan akan melakukan penjadwalan pertemuan untuk proses pencatatan akta perkawinan.

Untuk Kartu Keluarga dan Akta Perkawinan, dokumen ini akan diterima secara online dalam format PDF. Sedangkan e-KTP dengan pembaharuan status dapat diambil di layanan drive-thru.

Demikian cara mengurus akta nikah di Kota Tangerang, baik untuk pasangan Muslim maupun non-Muslim. Pastikan Anda memiliki semua persyaratan yang diperlukan dan mengikuti prosedur dengan teliti untuk memastikan segala sesuatunya berjalan lancar. Selamat menikah!

BANTEN
Komisi X DPR Soroti Banyak Pemuda Nganggur di Banten, Padahal Kawasan Industri

Komisi X DPR Soroti Banyak Pemuda Nganggur di Banten, Padahal Kawasan Industri

Kamis, 5 Februari 2026 | 20:12

Komisi X DPR RI menyoroti sejumlah masalah di Banten. Fokus utama pada tingginya angka pemuda dalam kategori NEET atau tidak bekerja (not in employment), tidak bersekolah (education) dan tidak mengikuti pelatihan (training).

KOTA TANGERANG
2 Wanita Jaringan Pengedar Etomidate Diringkus di Apartemen Jakarta dan Klaster Tangerang, 82 Cartridge Disita

2 Wanita Jaringan Pengedar Etomidate Diringkus di Apartemen Jakarta dan Klaster Tangerang, 82 Cartridge Disita

Jumat, 6 Februari 2026 | 22:19

Ditresnarkoba Polda Metro Jaya kembali membongkar praktik peredaran gelap narkotika jenis baru. Kali ini, petugas berhasil mengamankan 82 pcs cartridge vape berisi Etomidate dari dua lokasi berbeda di Jakarta Barat dan Kota Tangerang.

PROPERTI
Dua Kawasan Summarecon di Tangerang Siap Terhubung Jalur MRT Kembangan-Balaraja

Dua Kawasan Summarecon di Tangerang Siap Terhubung Jalur MRT Kembangan-Balaraja

Kamis, 5 Februari 2026 | 07:29

PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) menyepakati penjajakan awal kerja sama pengembangan jalur MRT Koridor Timur-Barat rute Kembangan- Balaraja dengan PT MRT Jakarta (Perseroda).

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill