Mendidik Generasi, Bukan Sekadar Mengawasi
Senin, 19 Oktober 2026 | 20:44
Ada yang patut kita renungkan dari program 108 polisi yang ditugaskan menjadi “Bapak Asuh” bagi pelajar di Kota Tangerang. Sekilas, program ini terdengar menenangkan.
TANGERANGNEWS.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang membangun sebanyak 339 paket atau titik lokasi infrastruktur pengendali banjir dengan capaian ketuntasan secara keseluruhan mencapai 40 persen.
Langkah ini dilakukan sebagai respon atas prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprakirakan musim hujan dimulai pada November 2023 mendatang.
Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang Ruta Ireng Wicaksono mengatakan, pihaknya juga tengah berfokus terhadap peningkatan, perawatan, dan pemeliharaan infrastuktur dan alat-alat pengendali banjir, seperti saluran air, drainase, turap, pintu air, hingga pompa air.
"Kami telah menyiapkan 233 pompa pengendali banjir yang siap dioperasikan di berbagai wilayah jika nanti membutuhkan,” ujarnya Kamis, 20 Oktober 2023.
Ruta menuturkan, pihaknya melakukan koordinasi dengan tim lapangan yang tersebar di 13 kecamatan di Kota Tangerang.
"Aeluruh pekerjaan yang kami lakukan juga berdasarkan “master plan” pengendali banjir di Kota Tangerang yang telah disusun sejak tahun 2017," tambahnya.
Dia mengimbau agar masyarakat Kota Tangerang turut membantu merawat infrastuktur, menjaga lingkungan, dan meningkatkan kerja bakti untuk mengantisipasi datangnya banjir saat musim hujan.
Ada yang patut kita renungkan dari program 108 polisi yang ditugaskan menjadi “Bapak Asuh” bagi pelajar di Kota Tangerang. Sekilas, program ini terdengar menenangkan.
TODAY TAGAjang lari Alfamart Run 2026 yang digelar di Plaza Parkir Timur Senayan, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu 18 Oktober 2026, menyisakan cerita heboh hingga viral.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews