KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com- Sebentar lagi musim kemarau panjang akan segera berakhir dan beralih ke musim hujan pada November 2023 mendatang.
Seperti diketahui, saat musim hujan tiba wilayah Kota Tangerang kerap dilanda bencana langganan, yakni banjir.
Untuk itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Herman Suwarman mengimbau warga Kota Tangerang untuk melakukan kerja bakti.
"Seiring akan datangnya musim penghujan, kita perlu bersiap untuk menghindari peristiwa banjir yang dapat merugikan masyarakat," ujar Herman, Senin, 09 Oktober 2023.
Dia meminta agar seluruh warga Kota Tangerang dapat turut serta kerja bakti untuk mencegah terjadinya banjir dengan membersihkan saluran air dari sampah yang mengumbat, sehingga air hujan dapat mengalir secara lancar.
Menurut Herman, upaya pencegahan banjir bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, melainkan tanggung jawa bersama.
"Serja bakti ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan dan keselamatan bersama," imbuhnya.
Selain banjir, kata Herman, musim hujan juga akan menyebabkan lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).
Terkait hal itu, pihaknya berjanji akan melakukan sejumlah langkah-langkah yang sifatnya mencegah daripada sekadar memberikan fogging.
"Karena pendekatan preventif lebih efektif dalam jangka panjang,” pungkasnya.
TODAY TAGUlama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mendorong pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) oleh tenaga pendidik dalam metode pembelajaran di ruang kelas lewat program Terpujilah GURU 2026
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews