Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi
Jumat, 18 September 2026 | 20:40
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
TANGERANGNEWS.com- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan mengirimkan satu unit helikopter waterbombing untuk membantu proses pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing, Kelurahan Kedaung Wetan, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Sabtu, 21 Oktober 2023.
"Helikopter waterbombing akan direposisi dari helikopter yang sedang bertugas di Jambi, untuk mempercepat proses pemadaman," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.
Rencananya, helikopter waterbombing akan ditugaskan untuk membantu memadamkan sejumlah titik api yang masih membara di TPA Rawa Kucing.
Seperti diketahui, api melahap sekitar sepuluh hektare lahan TPA Rawa Kucing sejak Jumat, 20 Oktober 2023, sekira pukul 14.00 WIB.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB, saat ini penyebab pasti kebakaran masih ditelusuri.
Namun, cuaca ekstrem dan panas yang sangat terik diduga membuat tumpukan sampah plastik menjadi sangat mudah terbakar.
Sebanyak 36 unit pemadam kebakaran dan sekitar 450 orang terlibat proses pemadaman meski berlangsung sulit lantaran banyaknya barang-barang yang mudah terbakar di lokasi serta adanya angin kencang.
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
TODAY TAGPolresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menangkap dua anggota sindikat pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non-prosedural dengan modus perjalanan wisata ke Jepang.
Sebanyak 504 atlet dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Gymnastics Tangerang Open Piala Wali Kota yang digelar di TCC Cimone, Kota Tangerang, Sabtu 26 September 2026.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews