Connect With Us

Survei: Kota Tangerang Sumbang 3,5% Penurunan Stunting di Banten

Fahrul Dwi Putra | Selasa, 14 November 2023 | 17:31

Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Tangerang Tahun 2023, di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis, 09 November 2023. (@TangerangNews / Istimewa )

TANGERANGNEWS.com- Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 menyebut Kota Tangerang menyumbang 3,5 persen prevalensi stunting di Provinsi Banten.

Diketahui, angka pravelansi stunting di Kota Tangerang turun dari angka 15,3 persen menjadi 11,8 persen, sementara prevalensi stunting Provinsi Banten sebesar 20 persen pada 2022.

"Namun hal tersebut masih menjadi perhatian, karena target prevalensi stunting pada tahun 2024 adalah 9,06 persen," kata Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin dalam Rakor TPPS di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, pada Kamis, 09 November 2023, lalu.

Sachrudin menyatakan, pihaknya terus mengupayakan berbagai program penurunan stunting baik yang bersifat preventif maupun kuratif, seperti pendampingan ibu hamil dan bayi melalui program Kader Srikandi hingga program Tatalaksana Gizi Buruk Segera Pulih (Laksa Gurih). 

Selain itu, terdapat program pendampingan bagi calon pengantin untuk memberikan edukasi dan pemahaman terkait stunting.

"Semua upaya penurunan angka stunting ini menjadi tanggung jawab bersama, demi menciptakan generasi masa depan yang unggul dan berkualitas," tutupnya.

TANGSEL
Atasi Banjir di Melati Mas, Pemkot Tangsel Bakal Bongkar Bangli dan Buat Sodetan Drainase

Atasi Banjir di Melati Mas, Pemkot Tangsel Bakal Bongkar Bangli dan Buat Sodetan Drainase

Kamis, 23 April 2026 | 23:26

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menyiapkan langkah penanganan menyeluruh untuk mengatasi persoalan banjir di Kawasan Melati Mas, Kecamatan Serpong Utara.

OPINI
Narkoba: Jerat Maut dan Solusi Islam

Narkoba: Jerat Maut dan Solusi Islam

Kamis, 23 April 2026 | 14:04

Hampir setiap hari kita dihujani dengan kabar tentang kasus kejahatan termasuk pembunuhan yang sebagian besar pelakunya terindikasi menggunakan miras dan obat-obatan terlarang.

BANTEN
Terinfeksi Gulma Berbahaya, 27 Ton Gandum Impor Australia Dimusnahkan Karantina Banten

Terinfeksi Gulma Berbahaya, 27 Ton Gandum Impor Australia Dimusnahkan Karantina Banten

Rabu, 22 April 2026 | 23:15

Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten (Karantina Banten) memusnahkan gulma Asphodelus Fistulosus yang ditemukan pada 27.000 ton komoditas biji gandum impor dari Australia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill