Connect With Us

Tumor Mulut Berisiko Menjalar ke Tenggorokan, Dokter Sari Asih Ungkap Faktor Penyebab dan Pencegahannya

Redaksi | Sabtu, 2 Desember 2023 | 16:50

Ilustrasi tumor mulut. (@TangerangNews / Istimewa )

TANGERANGNEWS.com - Tumor mulut adalah pertumbuhan sel tumor yang terjadi dalam mulut atau daerah sekitarnya. Tumor ini bisa berada di berbagai bagian mulut, termasuk bibir, gusi, lidah, langit-langit mulut, dan dasar mulut.

Dokter Spesialis Bedah Mulut RS Sari Asih Karawaci, Kota Tangerang, drg. Putri Kumala Santi, SpBM, mengatakan jika tidak diantisipasi, tumor mulut dapat merambah ke tenggorokan (faring), amandel (tonsil), dan kelenjar ludah.

Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami tumor mulut disebutkan drg. Putri Kumala Santi, SpBM, meliputi:

1. Merokok dan Penggunaan Tembakau

Merokok dan mengunyah tembakau meningkatkan risiko tumor mulut secara signifikan.

2. Konsumsi Alkohol

Minum alkohol secara berlebihan juga dapat meningkatkan risiko tumor mulut.

3. Infeksi Human Papillomavirus (HPV)

Beberapa tipe HPV terkait dengan risiko tumor mulut, terutama pada bagian belakang tenggorokan (orofaring).

4. Paparan Sinar Matahari

Paparan sinar matahari berlebihan pada bibir dapat meningkatkan risiko tumor pada bibir khususnya pada bibir bawah.

5. Kekurangan Nutrisi

Kekurangan vitamin dan mineral tertentu dalam diet dapat menjadi faktor risiko.

“Gejala tumor mulut dapat mencakup perubahan pada bibir atau mulut, luka yang tidak sembuh, nyeri, sulit menelan, perubahan suara, dan pembengkakan,” ujar drg. Putri Kumala Santi, SpBM. 

Cara Mendiagnosis

Diagnosis tumor mulut diperlukan serangkaian tes dan pemeriksaan, seperti biopsi, pencitraan medis, dan pemeriksaan fisik. Pengobatan tumor mulut dapat melibatkan operasi, radioterapi, kemoterapi, atau kombinasi dari metode-metode ini, tergantung pada jenis dan tingkat keparahan tumor.

Penggunaan Panoramic bisa dilakukan untuk mendeteksi dan mengobati tumor mulut sejak dini karena dapat meningkatkan peluang kesembuhan dan mengurangi dampak yang mungkin terjadi. 

Panoramik atau panoramic radiograph, adalah alat diagnostik radiologi yang digunakan untuk menghasilkan gambar dua dimensi dari seluruh struktur mulut dan gigi dalam satu gambar. 

Gambar panoramik memberikan pandangan umum dari rahang atas dan bawah, termasuk gigi, tulang rahang, sendi rahang, dan struktur lainnya.

Dalam beberapa kasus, gambar panoramik dapat membantu mendeteksi adanya pertumbuhan atau perubahan yang mencurigakan yang mungkin terkait dengan tumor mulut.

Oleh karena itu, pencegahan, termasuk menghindari faktor risiko yang dapat diubah seperti merokok dan minum alkohol berlebihan, serta kunjungan rutin ke dokter gigi atau dokter spesialis dapat memainkan peran penting dalam mencegah tumor mulut.

TEKNO
Yuk Ikut Kompetisi Video Kreatif Telkomsel, Boleh Pakai AI dan Berhadiah Gadget 5G

Yuk Ikut Kompetisi Video Kreatif Telkomsel, Boleh Pakai AI dan Berhadiah Gadget 5G

Senin, 13 Juli 2026 | 21:25

Telkomsel Jabotabek menggelar Telkomsel 5G Video Competition, sebuah ajang kreatif bagi masyarakat umum, pelajar, hingga mahasiswa untuk mengekspresikan perspektif mereka melalui karya video inspiratif.

HIBURAN
AZKO Dorong Tren Berkebun di Rumah, Manfaatkan Teras hingga Balkon

AZKO Dorong Tren Berkebun di Rumah, Manfaatkan Teras hingga Balkon

Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:43

Memiliki kebun sayur sendiri tidak lagi identik dengan halaman yang luas. Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap gaya hidup sehat dan ramah lingkungan, area terbatas seperti teras, balkon, hingga sudut rumah

WISATA
Tembus Top 125 Event Nasional, Festival Cisadane 2026 Siap Digelar Lebih Megah dan Ramah Lingkungan

Tembus Top 125 Event Nasional, Festival Cisadane 2026 Siap Digelar Lebih Megah dan Ramah Lingkungan

Jumat, 10 Juli 2026 | 14:40

Kota Tangerang bersiap menyambut salah satu perhelatan budaya terbesar tahun ini. Festival Cisadane 2026 resmi akan berlangsung selama lima hari penuh, mulai 22 hingga 26 Juli 2026, dengan berpusat di Jembatan Kaca Berendeng.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill