Connect With Us

BPJS Ketenagakerjaan Cimone Sosialisasi di Pasar Induk Jatiuwung, Jamin Perlindungan Pedagang saat Darurat

Redaksi | Rabu, 13 Desember 2023 | 03:04

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Cimone Ahmad Fauzan (kiri) menyerahkan santunan kematian kepada ahli waris Asep Hendaryanto, petugas kebersihan Pasar Induk Jatiuwung, Kota Tangerang, Selasa 12 Desember 2023. (@TangerangNews / Istimewa )

TANGERANGNEWS.com - Kecelakaan tak mengenal tempat. Kapan saja dan di mana saja dapat terjadi. Termasuk di pasar yang bisa menimpa para pedagang. 

Dalam kondisi darurat seperti ini diperlukan perlindungan kecelakaan agar tidak membebani keuangan keluarga. Hal itulah yang ditekankan BPJS Ketenagakerjaan saat menggelar sosialisasi kepada para pedagang di Pasar Induk Jatiuwung, Kota Tangerang, Selasa 12 Desember 2023. 

Pada acara tersebut, para pedagang diberikan informasi terkait jaminan perlindungan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, dan jaminan kematian. 

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Cimone Ahmad Fauzan menjelaskan, dengan menjadi peserta, para pedagang akan mendapatkan akses layanan kesehatan dan santunan dalam situasi darurat.

Fauzan menyebutkan, manajemen pasar sudah MoU mendaftarkan para pekerja di pasar sebagai peserta. Mulai dari pekerja bongkar muat dan pekerja kebersihan pasar. Harapannya, kata dia, dapat diikuti oleh seluruh pedagang di Pasar Induk Jatiuwung.

"Karena dengan menjadi peserta, semuanya akan mendapat perlindungan. Kami sudah membuktikan. Sudah 5 kali insiden kecelakaan yang menimpa pekerja pasar, itu di-cover semua biaya rumah sakit tanpa keluar uang sepeserpun," tegasnya. 

Ia berharap insiden tersebut menjadi pelajaran bagi warga pasar untuk segera mendaftar BPJS Ketenagakerjaan. 

Menurutnya, menjadi pedagang risikonya sangat besar. Mulai dari rumah menempuh perjalanan jauh sampai di pasar berdagang tidak mengenal waktu. 

"Yang namanya risiko kita nggak tahu. Kami melindungi pedagang 24 jam. Bapak pun ada harapan pada saat terjadi kecelakaan atau sakit itu ada yang membiayai," jelas Fauzan. 

Kalau sampai terjadi kecelakaan dan tidak mampu berdagang lagi, maka BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan santunan setiap bulannya. 

"Di sini negara hadir melalui BPJS Ketenagakerjaan untuk menolong semua. Sehingga bapak ibu bisa berdagang tanpa rasa cemas," paparnya. 

Serahkan Santunan Kematian Rp 42 Juta

Selain sosialisasi, pada kesempatan itu BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan santunan jaminan kematian kepada keluarga ahli waris Asep Hendaryanto. Santunan yang diberikan sebesar Rp 42 juta. 

Asep sebagai petugas kebersihan Pasar Induk Jatiuwung yang meninggal beberapa hari lalu, tercatat baru 5 bulan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. 

Fauzan berharap, santunan dapat memberikan dukungan finansial bagi keluarga yang ditinggalkan.

Dia menegaskan, santunan ini merupakan bentuk komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan komprehensif kepada peserta. 

"Pemberian santunan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga yang kehilangan tulang punggung ekonomi," ujarnya.

Melalui kegiatan sosialisi dan penyerahan santunan langsung di tengah pasar, masyarakat semakin sadar akan pentingnya perlindungan ketenagakerjaan yang menyasar semua profesi. 

Setelah mengetahui informasi layanan dan manfaat BPJS Ketenagakerjaan, sejumlah 

pedagang menyatakan kemauannya untuk mendaftar sebagai peserta guna memastikan keselamatan dan keamanan dalam situasi darurat. 

"Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi pada diri kita. Namanya di pasar ada risiko juga yang dapat membahayakan keselamatan. Saya langsung daftar," ujar Agus, salah seorang pedagang buah di pasar tersebut.

TOKOH
Dari Bengkel Kecil di Karawaci, Pengusaha Sepatu Ini Kini Produksi Ribuan Pasang untuk Puluhan Brand Lokal

Dari Bengkel Kecil di Karawaci, Pengusaha Sepatu Ini Kini Produksi Ribuan Pasang untuk Puluhan Brand Lokal

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:56

Sektor fesyen dan alas kaki merupakan salah satu industri kreatif yang masih potensial. Salah satunya digeluti Agus Eliawan atau yang lebih dikenal dengan sapaan Mas Gokil.

BANDARA
WN India Ditangkap Selundupkan 265,7 Gram Serbuk Emas di Bandara Soetta, Disembunyikan di Celana Dalam

WN India Ditangkap Selundupkan 265,7 Gram Serbuk Emas di Bandara Soetta, Disembunyikan di Celana Dalam

Senin, 11 Mei 2026 | 16:12

Seorang warga negara (WN) India ditangkap aparat Bea Cukai karena hendak penyelundupkan serbuk emas murni di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill