Connect With Us

Brawijaya Hospital Tangerang Bantu 400 Ojol Tercover BPJS Ketenagakerjaan

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 29 November 2023 | 02:01

Brawijaya Hospital Tangerang memberi bantuan penanggungan biaya BPJS Ketenagakerjaan kepada pengemudi ojek online, Selasa 28 November 2023. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Brawijaya Hospital Tangerang membantu para pengemudi ojek online (ojol) mengcover biaya BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini sebagai langkah antisipasi jika ojol mengalami kecelakaan lalu lintas saat bekerja.

"Kami mensupport 400 orang driver ojol, terutama yang bertugas di Tangerang. Kita tanggung iurannya selama 3 bulan," jelas dr. Bina Ratna K.F M.M, Direktur Brawijaya Hospital Tangerang, Selasa 28 November 2023.

Menurut Ratna, hal ini merupakan bagian dari Program Sertakan atau CSR Brawijaya Hospital bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Tangerang yang peduli terhadap keselamatan dan kesehatan para pengemudi ojol. 

"Supaya jika terjadi hal yang tidak diinginkan di jalan terhadap driver ojol dan butuh pertolongan, biayanya bisa tercover BPJS," terangnya.

Untuk mendukung program tersebut, Brawijaya Hospital Tangerang telah dilengkapi fasilitas Trauma Center dalam hal penanganan pekerja yang mengalami kecelakaan kerja, baik di tempat kerja ataupun di jalan. 

Dilengkapi dengan 10 dokter spesialis yang siap melayani pertolongan kecelakaan kerja seperti spesialis ortopedi, bedah umum, bedah syaraf hingga bedah vaskular.

"Layanan Trauma Center ini unggulan di Brawijaya Hospital. Kita bisa menangani faktur atau patah tulang, robekan organ dalam, trauma kepala dan lainnya," terang Ratna.

Selain memberikan bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan, Brawijaya Hospital Tangerang juga mengedukasi pengemudi ojol  mengenai pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas, Selasa 28 November 2023.

Kegiatan ini melibatkan komunitas ojol dikawasan Tangerang dan sekitarnya, dengan narasumber dr. Dody Kurniawan Sp.OT, dokter spesialis Orthopedi dan Traumatologi di Brawijaya Hospital Tangerang.

"Rekan-rekan driver ojol merupakan tulang punggung keluarga yang perlu diperhatikan keselamatan kerjanya. Dalam kesehariannya, rekan-rekan ini berada diperjalanan dan beresiko mengalami kecelakaan,” terang Dody

Apabila tidak dampak dari kecelakaan tersebut tidak tertangani dengan baik, maka akan mempengaruhi kualitas hidup mereka dan kemaslahatan keluarganya.

“Yang paling sering terjadi adalah kecelakaan dibawa ke pengobatan alternatif bukan ke rumah sakit dulu, sehingga kerap salah penanganan. Datang ke kita ternyata sudah parah. Jadi kami merasa perlu untuk memberikan pemahaman yang benar," terang Dody.

SPORT
Spanyol Rebut Gelar dari Argentina, Ferran Torres Akhiri Perlawanan Tim Tango di Final Piala Dunia 2026

Spanyol Rebut Gelar dari Argentina, Ferran Torres Akhiri Perlawanan Tim Tango di Final Piala Dunia 2026

Senin, 20 Juli 2026 | 07:04

Spanyol berhasil merebut trofi Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan juara bertahan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada laga final yang berlangsung di New Jersey, Amerika Serikat, Senin, 20 Juli 2026, dini hari WIB.

TEKNO
RS Mandaya Datangkan Da Vinci Xi, Robot Bedah Berteknologi Tinggi dengan Empat Lengan 

RS Mandaya Datangkan Da Vinci Xi, Robot Bedah Berteknologi Tinggi dengan Empat Lengan 

Senin, 20 Juli 2026 | 10:15

RS Mandaya Royal Puri resmi menghadirkan robot bedah Da Vinci Xi, teknologi kesehatan terbaru yang diklaim mampu meningkatkan presisi operasi sekaligus mengurangi kebutuhan tindakan bedah dengan sayatan besar.

BANDARA
Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Senin, 20 Juli 2026 | 13:49

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill