Connect With Us

Delapan Napi Anak Pria Tangerang Ikut UN

| Selasa, 10 Mei 2011 | 21:00

Para anak didik lapas melakukan ujian nasional (tangerangnews / rangga)

TANGERANG-Delapan orang napi anak pria, Selasa (10/5), mengikuti Ujian Nasional (UN) dari balik terali besi. Salah satu di antara napi peserta UN, dinyatakan sudah bebas murni sejak dua bulan lalu.

"Senang bisa ikut UN. Setelah lulus saya mau lanjut ke SMPN di Bogor," ujar Yusuf, napi anak yang sudah bebas di Lapas anak Pria Tangerang.

Menurut Yusuf, yang sudah menjalani masa tahanan selama enam tahun akibat mencuri, dirinya pasti lulus. "Soalnya memang agak sulit, tapi saya sudah belajar dan bisa menyelesaikan semua soal itu," katanya.

Aris, napi anak pria lainnya, mengaku sangat senang bisa ikut UN. "Saya kira tidak boleh ikut. Ternyata bisa ikut, senang rasanya," ujarnya yang baru menjalani masa tahanan dua tahun dari vonis lima tahun.

Menurut Aris, dengan peralatan sekolah seadanya, dirinya sudah mempersiapkan diri dalam sepekan terakhir. "Tiap hari saya belajar, biarpun bukunya tidak lengkap. Jadinya banyak soal yang tak bisa saya kerjakan," ucapnya yang baru mengikuti UNBahasa Indonesia.

Sementara itu , menurut Bagus Sumartono, Kasie Pembinaan Lapas Anak Pria Tangerang, setiap tahun pihaknya menyelenggarakan UN bagi napi yang duduk di bangku SD, SMP, dan SMA. Namun baru tahun ini, untuk tingkat SD, ijasah dikeluarkan oleh SDN 06 Tangerang. "Biasanya ijasah dikeluarkan oleh SDN 03 Kalideres, Jakarta Barat. Jadi barukali ini ijasah dikeluarkan sekolah di Tangerang untuk napi," ucapnya.

Dari 168 orang napi anak pria, terdapat delapan orang siswa yang mengikuti UN SD.Satu diantaranya berstatus mantan napi, karena sudah bebas sejak dua bulan lalu. "Napi di sini paling kecil kelas empat SD yang berjumlah 12 orang, kelas lima ada 10 orang, dan kelas enam delapan orang," ucap Bagus.

Menurut Bagus diberikannya kesempatan kepada para napi untuk mengikuti UN, sebagai bentuk pengakuan dan asas keadilan bagi para napi. "Meskipun mereka berada di sini, tetap kami perlakukan sama seperti anak lain yang berada di luar. Karena masa depan mereka masih terbuka lebar," tandasnya.(RAZ)

OPINI
Idul Fitri dan Matinya Hak Berijtihad di Bawah Stempel Negara

Idul Fitri dan Matinya Hak Berijtihad di Bawah Stempel Negara

Selasa, 24 Maret 2026 | 18:37

Ramadan 1447 Hijriah (2026) baru saja membasuh spiritualitas kita, namun ia menyisakan residu kegelisahan yang melampaui urusan ibadah. Di tengah gema takbir yang bersahutan, publik disuguhi tontonan otoritas keagamaan yang tak lagi sekadar memandu

BANTEN
Polda Banten Kerahkan Anjing Pelacak dan X-Ray Periksa Barang Bawaan Pemudik di Pelabuhan Merak

Polda Banten Kerahkan Anjing Pelacak dan X-Ray Periksa Barang Bawaan Pemudik di Pelabuhan Merak

Jumat, 20 Maret 2026 | 23:12

Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Banten mengerahkan dua unit anjing pelacak (K9) untuk menyisir kendaraan pemudik di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak.

KOTA TANGERANG
Usai Lebaran, DPRD Kota Tangerang Minta Daerah Asal Pendatang Dipetakan

Usai Lebaran, DPRD Kota Tangerang Minta Daerah Asal Pendatang Dipetakan

Kamis, 26 Maret 2026 | 14:44

Arus kedatangan warga dari luar daerah ke Kota Tangerang pasca-Lebaran selalu menjadi perhatian setiap tahunnya.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill