Bupati Tangerang Dukung Pendidikan Antikorupsi Masuk Sekolah
Selasa, 12 Mei 2026 | 00:59
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyoroti betapa pentingnya penanaman nilai antikorupsi sejak usia dini melalui dunia pendidikan.
TANGERANGNEWS.com-Aksi pencurian dengan modus memecahkan kaca mobil kembali terjadi di kawasan Tangerang.
Kali ini mobi milik seorang pemuda bernama Fahri Aminullah, 27, dibobol saat parkir di Jalan Proklamasi, Kelurahan Cimone Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang.
Kejadian itu terekam CCTV di lokasi dimana terlihat pelaku mengendarai motor. Pelaku beraksi meski kondisi jalan ramai kendaraan yang melintas.\
Kapolsek Karawaci Polres Metro Tangerang Kota Kompol Antonius saat di konformasi membenarkan peristiwa pencurian modus pecah kaca yang terjadi di sebrang KUA Kecamatan Karawaci.
Berdasarkan informasi saksi di tempat, aksi pencurian terjadi pada Jumat 8 Maret 2024, sekira pukul 08.30 WIB.
"Ketika itu memarkirkan mobilnya di atas trotoar seberang KUA. Korban hendak untuk mengurus administrasi pernikahan," ujarnya, Sabtu 9 Maret 2024.
Setelah selesai dengan urusannya, korban kembali ke mobil dan mendapati kaca pintu mobil bagian depan sebelah kiri dalam sudah pecah.
"Barang berupa laptop dan dompet yang diletakkan di atas jok depan sebelah kiri sudah tidak ada," kata Antonius.
Dengan adanya kejadian tersebut, korban mengalami kerugian Rp 6.500.000. Kemudian korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Karawaci. Saat ini kasus masih dalam penyelidikan petugas.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyoroti betapa pentingnya penanaman nilai antikorupsi sejak usia dini melalui dunia pendidikan.
TODAY TAGKasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.
Memulai bisnis tanpa legalitas yang jelas bisa menjadi hambatan besar di masa depan. Banyak pelaku usaha akhirnya kesulitan saat ingin bekerja sama dengan perusahaan besar atau mengikuti tender.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews