Camat Jatiuwung Ajak 6 Perusahaan Bedah 4 Rumah Warga Senilai Rp 200 Juta
Jumat, 9 Oktober 2026 | 21:12
Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
TANGERANGNEWS.com-Memasuki H+3 hari raya Lebaran, Jumat 12 April 2024, pemudik yang kembali ke Kota Tangerang di Terminal Poris Plawad terpantau masih sepi.
Sampai saat ini, Terminal Poris Plawad baru kedatangan 3 bus Antar Kota dan Antar Pulau Provinsi (AKAP) yang mengantar pemudik pulang dari kampung halaman.
Kepala Terminal Poris Plawad Alwien mengatakan lonjakan penumpang untuk arus balik tahun ini diperkirakan akan terjadi pada H+4 atau Sabtu, 13 April 2024, sampai H+5 atau Minggu, 14 April 2024, mengingat libur lebaran masih sampai 15 April.
"Kondisi pada hari ini masih terpantau sepi karena belum hari puncaknya arus balik. Puncaknya biasanya H+4 atau H+5. Kan orang orang sudah mulai bekerja pada tanggal 15 April. Hari ini belum ada lonjakan," katanya.
Adapun jumlah arus mudik pada H-1 dan H-2, pemberangkatan penumpang sekitar 1.014 orang. Sedangkan untuk arus balik baru sekitar 51 penumpang.
Sementara itu, Thomas salah satu penumpang dari Kota Tangerang mengaku baru hendak berangkat mudik ke Cilacap, Jawa Tengah. Ia beralasan mudik di H+3 lebaran, untuk menghindari harga tiket mahal dan kemacetan parah.
"Iya kami sekeluarga baru pulang kampung sekarang supaya harga tiketnya tidak terlalu mahal, yang awal Rp210 ribu kalau Lebaran biasanya lebih tinggi," terangnya.
Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
TODAY TAGAkses menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, kini semakin praktis. Perum DAMRI secara resmi mengoperasikan rute pemadu moda baru yang menghubungkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang langsung ke Tanjung Lesung
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Bagi sebagian besar orang, dunia akademik dan politik adalah dua kutub yang berbeda. Yang satu adalah menara gading tempat para pemikir memburu kebenaran, sementara yang lain adalah arena berlumpur tempat kekuasaan diperebutkan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews