Banten Duduki Peringkat Pertama Udara Terburuk di Indonesia Malam Ini
Sabtu, 3 Januari 2026 | 20:20
Kualitas udara di Provinsi Banten tercatat menjadi yang terburuk di seluruh Indonesia pada Sabtu malam, 3 Januari 2026.
TANGERANGNEWS.com-Memasuki H+3 hari raya Lebaran, Jumat 12 April 2024, pemudik yang kembali ke Kota Tangerang di Terminal Poris Plawad terpantau masih sepi.
Sampai saat ini, Terminal Poris Plawad baru kedatangan 3 bus Antar Kota dan Antar Pulau Provinsi (AKAP) yang mengantar pemudik pulang dari kampung halaman.
Kepala Terminal Poris Plawad Alwien mengatakan lonjakan penumpang untuk arus balik tahun ini diperkirakan akan terjadi pada H+4 atau Sabtu, 13 April 2024, sampai H+5 atau Minggu, 14 April 2024, mengingat libur lebaran masih sampai 15 April.
"Kondisi pada hari ini masih terpantau sepi karena belum hari puncaknya arus balik. Puncaknya biasanya H+4 atau H+5. Kan orang orang sudah mulai bekerja pada tanggal 15 April. Hari ini belum ada lonjakan," katanya.
Adapun jumlah arus mudik pada H-1 dan H-2, pemberangkatan penumpang sekitar 1.014 orang. Sedangkan untuk arus balik baru sekitar 51 penumpang.
Sementara itu, Thomas salah satu penumpang dari Kota Tangerang mengaku baru hendak berangkat mudik ke Cilacap, Jawa Tengah. Ia beralasan mudik di H+3 lebaran, untuk menghindari harga tiket mahal dan kemacetan parah.
"Iya kami sekeluarga baru pulang kampung sekarang supaya harga tiketnya tidak terlalu mahal, yang awal Rp210 ribu kalau Lebaran biasanya lebih tinggi," terangnya.
Kualitas udara di Provinsi Banten tercatat menjadi yang terburuk di seluruh Indonesia pada Sabtu malam, 3 Januari 2026.
TODAY TAGPemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) dan Serang resmi melanjutkan kolaborasi pengelolaan sampah lintas wilayah di TPSA Cilowong, Kota Serang.
vivo Indonesia resmi menghadirkan vivo V60 Series, sebuah generasi baru smartphone yang dirancang khusus sebagai "holiday kit" terbaik, untuk mengabadikan momen liburan dengan lebih jernih, kreatif, dan bermakna.
Sebanyak 115 rumah di Desa Pasir Ampo, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, terendam banjir setinggi 60 hingga 100 sentimeter sejak Sabtu 3 Januari 2026. Selain permukiman, luapan air juga menenggelamkan sedikitnya 35 hektare sawah
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews