Connect With Us

2 Mantan Pejabat Telkom Akses Tangerang Korupsi Rp1,9 Miliar, Modus Tagihan Proyek Fiktif

Rangga Agung Zuliansyah, Yanto | Kamis, 30 Mei 2024 | 22:29

Kasi Pidsus Kejari Kota Tangerang Dewa Arya Lanang usai menetapkan dua tersangka kasus korupsi PT Telkom Akses Tangerang dengan Kerugian Rp1,9 miliar, Kamis 30 Mei 2024. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Dua mantan pejabat PT Telkom Akses Regional Tangerang, anak perusahan Telkom Indonesia ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi senilai Rp1,9 miliar oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang.

Tersangka berinisial AB dan RSAK ini melakukan aksinya saat masih bekerja di perusahaan tersebut pada tahun 2021 lalu.

Perlu diketahui, core bisnis PT Telkom Akses (TA) ini bergerak di bidang instalasi jaringan internet, yang salah satunya adalah Indihome.

Lalu, untuk mempermudah pekerjaannya PT TA menggunakan pihak ketiga (mitra) untuk melakukan instalasi di lapangan. 

Kasi Pidsus Kejari Kota Tangerang Dewa Arya Lanang menjelaskan terungkapnya kasus ini berawal ketika PT TA menerima laporan keuangan dari TA Regional, yang menunjukan pada posisi minus, untuk pekerjaan Pasang Baru dan Migrasi khusus di wilayah Tangerang.

"Hal tersebut disebabkan karena terdapatnya jumlah volume pekerjaan yang berbeda antara jumlah penagihan yang sudah dibayarkan dengan yang terdata di sistem," jelasnya di Kantor Kejari Kota Tangerang, Kamis 30 Mei 2024.

Selanjutnya, atas temuan tersebut dilakukan investigasi sejak bulan Januari tahun 2021 hingga April Tahun 2022.

Hasilnya diperoleh data pesanan pekerjaan (work order) pada sistem PT Telkom Indonesia, tidak sesuai dengan data tagihan dari mitra.

Jadi, tagihan mitra lebih besar dari pada data pemesanan pekerjaan, sehingga mengakibatkan laporan keuangan PT TA menjadi minus.

"Hal ini diindikasikan terdapat oknum di dalam PT Telkom Akses yang melakukan manipulasi data tagihan," ungkap Dewa.

Akhirnya, kedua tersangka berinisial AB dan RSAK yang merupakan mantan pegawai dengan jabatan manager di PT Telkom Akses Regional Tangerang, kini telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Kejari Kota Tangerang.

Adapun modus operandi yang dilakukan kedua tersangka adalah secara bersama-sama membuat penagihan proyek pekerjaan fiktif melalui mitra/pihak ketiga dari PT TA.

Data pekerjaan fiktif tersebut sengaja diproduksi oleh oknum-oknum di PT TA dengan cara mengakali sistem, sehingga ketika dilakukan rekonsiliasi terlihat seakan-akan pekerjaan tersebut benar dan dapat ditagihkan oleh para mitra.

"Data-data tersebut dimanfaatkan oleh kedua tersangka hingga Telkom Akses mengalami kerugian Rp1,9 miliar," beber Dewa.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka diancam jeratan Pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 ayat (1) UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 3 jo pasal 18 ayat (1) UU Tipikor jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, Yanto, kuasa hukum tersangka mengatakan, pihaknya ingin mengajukan penangguhan penahanan terhadap kliennya dikarenakan faktor kemanusiaan.

Alasannya, tersangka masih memiliki anak kecil dan pekerjaan yang harus diselesaikan.

"Saya sebagai kuasa hukum meminta kepada hakim untuk memberi penangguhan kepada tersangka," ujarnya.

BISNIS
Jelang Lebaran, Penggunaan Kemasan Bahan PP Melonjak untuk Mudik dan Logistik

Jelang Lebaran, Penggunaan Kemasan Bahan PP Melonjak untuk Mudik dan Logistik

Senin, 9 Maret 2026 | 21:57

Momentum Ramadan menjadi salah satu pendorong utama aktivitas ekonomi nasional. Berdasarkan tren data Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi rumah tangga cenderung meningkat selama periode Ramadan

KAB. TANGERANG
Berbagi Berkah Ramadan, JHL Group Santuni Anak Yatim hingga Salurkan Bantuan Bencana Aceh Tamiang

Berbagi Berkah Ramadan, JHL Group Santuni Anak Yatim hingga Salurkan Bantuan Bencana Aceh Tamiang

Senin, 16 Maret 2026 | 23:55

Mengisi momentum Ramadan 1447 H, JHL Group melaksanakan rangkaian program sosial JHL Peduli yang menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari santunan anak yatim di Tangerang hingga bantuan kebencanaan di Aceh Tamiang.

TOKOH
Selamat Jalan, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker

Selamat Jalan, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker

Sabtu, 7 Maret 2026 | 18:51

Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Penyanyi Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia pada usia 35 tahun. Informasi tersebut disampaikan sejumlah musisi Tanah Air melalui media sosial pada Sabtu, 7 Maret 2026, dikutip dari Kompas.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill