Connect With Us

Pembangunan Ruas Jalan Sebabkan Macet, Begini Solusi dari Dishub Kota Tangerang 

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 27 Juni 2024 | 10:09

Papan informasi pengerjaan pembangunan jalan Marsekal Surya Darma, Kota Tangerang. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Pembangunan infrastruktur ruas jalan dan jembatan tengah masif di Kota Tangerang, sehingga menimbulkan kemacetan di sejumlah titik.

Perbaikan dan pembangunan infrastruktur tersebut meliputi Jembatan Pintu Air 10, Jalan Marsekal Suryadharma, Jalan Pembangunan 3, kemudian terbaru di Jalan Sisi Kiri SP Semanan (Kali Sipon-Posyandu Poris Indah), Jalan Tembus M. Toha (akses masuk GOR Nambo Jaya, Pondok Arum).

Lalu, Jalan Sisi Saluran Cisadane Barat, Jalan Pembuang Semanan (Green Lake City, Cipondoh), dan Looping Jalan Kyai Maja Pinang.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Achmad Suhaely mengatakan, pihaknya telah memasang papan informasi dan rambu lalu lintas di titik-titik tersebut. Para petugas juga diterjunkan untuk membantu kelancaran lalu lintas.

"Kami telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk berpartisipasi melancarkan arus lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan selama proses rekontruksi dan pembangunan," ujarnya Rabu, 26 Juni 2024.

Suhaely mengimbau agar masyarakat menghindari ruas jalan yang tengah dalam proses pembangunan.

Menurutnya, jalur-jalur alternatif dapat digunakan, sehingga mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut.

"Kami tentunya memberikan imbauan secara masif kepada masyarakat agar tetap menaati peraturan lalu lintas, tidak melawan arah, mengurangi kecepatan di sekitar lokasi pengerjaan," pungkasnya.

NASIONAL
Warga Tangerang Ditemukan Tewas di Bawah Flyover BIM Padang, Ada Jeratan Tali di Leher

Warga Tangerang Ditemukan Tewas di Bawah Flyover BIM Padang, Ada Jeratan Tali di Leher

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:48

Warga di kawasan Kelurahan Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat pria di bawah flyover Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Rabu 8 Juli 2026, malam.

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill