Muncul Surat Edaran Perubahan Transaksi Bank BRI ke Bank Lain dari Rp6.500 Jadi Rp150 Ribu Per Bulan, Ini Faktanya
Kamis, 16 April 2026 | 19:02
Sebuah surat yang mengatasnamakan Bank Rakyat Indonesia (BRI) beredar di masyarakat dan media sosial.
TANGERANGNEWS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang menyerahkan hasil penelitian dokumen persyaratan administrasi pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Tangerang, Jumat 6 September 2024, di Kantor KPU Kota Tangerang.
Penyerahan dilakukan oleh Komisioner KPU Kota Tangerang Rustana kepada Liaison Officer (LO) dari masing-masing pasangan calon Sachrudin-Maryono, Faldo-Fadlin, dan Amarullah-Bonie.
Rustana menjelaskan bahwa penelitian dokumen telah dilakukan oleh KPU sejak 29 Agustus hingga 4 September.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dokumen administrasi ketiga pasangan calon, kata Rustana belum sepenuhnya memenuhi syarat.
“Masih ada beberapa dokumen yang harus diperbaiki dan dilengkapi. Salah satunya terkait lampiran laporan pajak tahunan yang seharusnya mencakup lima tahun terakhir, namun ada yang baru menyerahkan tiga tahun terakhir,” ujarnya.
Meski demikian, Rustana tidak merinci lebih lanjut kekurangan dan perbaikan dokumen dari masing-masing pasangan calon.
Pihaknya memberikan tenggat waktu tiga hari mulai dari tanggal 6 hingga 8 September, bagi ketiga pasangan untuk memperbaiki dan melengkapi kekurangan dokumen tersebut.

“Ini adalah tahap akhir untuk memastikan bahwa mereka memenuhi syarat. Kami minta LO dari masing-masing pasangan calon segera melengkapi dokumen yang masih kurang,” tambah Rustana.
Selanjutnya, KPU akan kembali melakukan penelitian sebagai langkah akhir verifikasi persyaratan administrasi pasangan calon.
Diketahui, Pilkada Kota Tangerang kali ini diikuti oleh tiga pasangan calon yang resmi mendaftar ke KPU Kota Tangerang pada 29 Agustus 2024. Yaitu pasangan Sachrudin-Maryono, Faldo-Fadlin, dan Amarullah-Bonie.
Sebuah surat yang mengatasnamakan Bank Rakyat Indonesia (BRI) beredar di masyarakat dan media sosial.
TODAY TAGPresiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.
Bisnis minuman teh kekinian Menantea yang didirikan oleh Jerome Polin pada 2021, lalu, resmi menghentikan seluruh operasional gerainya pada 25 April 2026, setelah berjalan selama kurang lebih lima tahun.
Masyarakat kini dapat membuat laporan polisi (LP) dan laporan kehilangan secara online melalui Super App Polri yang baru saja diluncurkan pada Selasa, 14 April 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews