Connect With Us

Alasan Ekonomi, Ayah Jual Bayinya Rp15 Juta kepada Pasutri di Tangerang

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 4 Oktober 2024 | 21:31

Pelaku menunjukkan TKP transaksi jual bayi senilai Rp15 juta di pinggir Sungai Cisadane, Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Jumat 4 Oktober 2024. (Tangerangnews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Seorang ayah berinisial RA, 36, ditangkap polisi karena menjual bayinya yang baru berusia 11 bulan kepada orang lain. RA menjual bayi darah dagingnya sendiri seharga Rp15 juta.

Mirisnya, pelaku mengaku menjual anak kandungnya itu dengan alasan kebutuhan ekonomi, tanpa sepengetahuan istrinya yang tengah bekerja di Kalimantan.

Kasat Reskrim Kompol David Yunior Kanitero mengatakan ada tiga orang yang diamankan dalam praktik penjualan bayi ini.

Selain RA, ada juga pembeli bayi yakni pasangan suami istri (pasutri) HK, 32, dan MON, 30.

Tersangka HK dan MON diamankan di Neglasari, Kota Tangerang, pada Kamis, 3 Oktober 2024, pukul 22.30 WIB, setelah sebelumnya RA ditangkap di Jakarta pada Selasa, 1 Oktober 2024.

"Mereka ditangkap dalam perkara kejahatan terhadap anak dan atau perdagangan anak dan atau perdagangan orang (TPPO)," katanya, Jumat 4 Oktober 2024.

Praktek jual bayi ini berawal dari pelaku RA melihat sebuah postingan di Media Sosial (medsos) facebook atas nama akun MON atau Oktavis yang ingin membeli anak balita.

Selanjutnya, RA berkomunikasi melalui whatsapp dan janjian menemui MON di wilayah Tangerang.

RA pun mengambil bayinya yang dirawat dan dititipkan kepada ibu mertuanya dengan alasan ke tempat saudara. Kemudian membawanya ke Tangerang. 

"Setelah sampai di Tangerang, pelaku menjual anaknya kepada pemilik akun facebook yang telah dihubunginya itu dan mendapatkan uang senilai Rp 15 juta," ujar David.

Menurut David, pelaku menjual anaknya itu tanpa sepengetahuan istrinya RD, yang bekerja di Kalimantan dan terdesak kebutuhan ekonomi.

Saat pulang ke Jakarta, RD menanyakan keberadaan anaknya kepada RA dan dijawab ada di Tangerang.

"Namun, kerena curiga ibu korban terus mendesak pelaku, akhirnya dikatakan anaknya telah dijual kepada seseorang di Tangerang senilai Rp15 juta sejak 20 Agustus 2024," jelasnya.

Lantaran tidak terima, RD langsung datang dan melaporkan peristiwa itu ke Polres Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya guna dilakukan penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut.

Berdasarkan serangkaian penyidikan dan penyelidikan, petugas mendapat informasi korban berada di sebuah rumah kontrakan di kawasan Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, bersama HK dan MON.

"Setelah petugas menemukan mereka, keduanya mengakui membeli bayi itu dengan cara bertemu di kawasan pinggir kali Cisadane, Sukasari, Kota Tangerang," beber David.

Saat ini ketiga pelaku sudah ditahan. Mereka terancam dengan pidana penjara selama 15 tahun setelah polisi menjerat mereka dengan UU No 35/2014 tentang perubahan atas UU No 23/2002, tentang Perlindungan Anak.

TEKNO
Watsons Hadirkan Layanan Konsultasi Kesehatan Online

Watsons Hadirkan Layanan Konsultasi Kesehatan Online

Sabtu, 7 November 2026 | 18:07

Di tengah maraknya penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan internet untuk mencari jawaban atas keluhan kesehatan, risiko self-diagnosis atau salah informasi medis kian meningkat.

PROPERTI
Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:48

Sinar Mas Land kembali mengukuhkan prestasinya di bidang komunikasi korporasi dengan meraih Juara II Perhumas PR Excellence Awards 2026 untuk kategori Teknologi & Digital PR.

HIBURAN
Bisa Beri Makan Hewan, Intip Keseruan Wahana OMD FARM di Mal Ciputra Tangerang

Bisa Beri Makan Hewan, Intip Keseruan Wahana OMD FARM di Mal Ciputra Tangerang

Senin, 2 November 2026 | 16:58

Mal Ciputra Tangerang menghadirkan pilihan rekreasi dan wahana edukasi yang berbeda bagi keluarga, yakni Old MacDonald’s Farm (OMD FARM).

NASIONAL
Pengangguran Anak Muda Tembus 17 Persen, Upah Stagnan Bikin Gen Z Tunda Menikah dan Beli Rumah

Pengangguran Anak Muda Tembus 17 Persen, Upah Stagnan Bikin Gen Z Tunda Menikah dan Beli Rumah

Sabtu, 7 November 2026 | 15:43

Tingkat pengangguran anak muda di Indonesia perlu menjadi perhatian serius dalam menyambut momentum bonus demografi.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill