Merindukan Rumah di Bawah Naungan Syariah
Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:20
Berbagai kasus kejahatan dan kekerasan justru datang dari tempat yang seharusnya memberikan perlindungan. Baik yang dilakukan oleh orang tuanya sendiri maupun orang lain.
TANGERANGNEWS.com-Pencarian santri inisial A, 16, yang diduga tenggelam saat mencuci karpet di Sungai Cisadane, Kota Tangerang, masih berlangsung di hari ketiga, Minggu 6 Oktober 2024.
Sahat, Komandan Tim (Dantim) Basarnas Jakarta menyampaikan proses pencarian korban masih terus dilakukan di tepi-tepi Sungai Cisadane meski mendapat berbagai kendala.
"Kami masih berupaya melakukan proses pencarian korban dan melakukan berbagai upaya. Banyak kendala yang kita alami saat ini seperti air yang keruh, banyak sampah yang terbawa banjir, di tambah curah hujan yang deras," ujarnya.
Selanjutnya, selain Basarnas pencarian juga turut dibantu oleh BPBD Kota Tangerang, Tagana, relawan, ambulan dan PMI.
"Korban ini kami lakukan pencarian hingga jarak 6,5 kilometer atau di titik terakhir Pintu air 10. Saya berharap dalam pencarian tersebut bisa membuahkan hasil," ujarnya.
Ustadz Achmad Sholihin, Pengasuh Pondok Pesantre Al-Bayan angkat bicara mengenai santrinya yang tenggelam di Sungai Cisadane. Sebelumnya, pihaknya sudah melarang para santri untuk mencuci karpet di tepi sungai.
"Kami sudah melarang anak-anak karena berbahaya, namun anak-anak masih tetap melakukannya," jelasnya.
Menurut Sholihin berdasarkan saksi mata di lokasi, korban bersama rekan-rekannya usai mencuci karpet, langsung berenang. Kemudian korban dikabarkan tenggelam.
"Saat selesai mencuci, korban sama temannya lanjut mandi dan renang. Ternyata korban tidak bisa berenang. Temannya sempat mencoba menolong, tapi tidak kuat hingga melepas korban agar tidak ikut tenggelam," ungkapnya.
Sementara terkait pemberitaan mengenai pihak Ponpes yang tidakmemberikan kabar kepada seorang tua korban, Sholihin membantahnya.
"Kami sudah memberikan informasi kepada ayahnya, karena keluarga korban sedang mengalami duka atas kepergian kakak korban. Maka pihak pondok tidak memberikan tahu secara mendadak, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan oleh terjadi kepada ibunya," imbuhnya.
Berbagai kasus kejahatan dan kekerasan justru datang dari tempat yang seharusnya memberikan perlindungan. Baik yang dilakukan oleh orang tuanya sendiri maupun orang lain.
TODAY TAGSebanyak 10 orang warga negara Indonesia (WNI) yang baru kembali dari Bangkok, Thailand, langsung ditangkap aparat Badan Narkotika Nasional (BNN) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang.
Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Tangerang Selatan membongkar kasus dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan kendaraan bermotor yang terjadi di wilayah Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews