Connect With Us

Pelaku Pencabulan Anak Panti Asuhan Dulunya Korban, Benarkah Perilaku Seks Sesama Jenis Bisa Menular? Ini Penjelasannya

Fahrul Dwi Putra | Rabu, 9 Oktober 2024 | 09:16

S (kiri) pemilik panti asuhan dan Y (kanan) pengurus yang menjadi pelaku pencabulan anak panti di Yayasan Darussalam An'nur, Kunciran Indah, Kota Tangerang, Selasa 8 Oktober 2024. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com- Polres Metro Tangerang Kota telah berhasil menangkap dua dari tiga tersangka dalam kasus pencabulan di Yayasan Darussalam An’nur, Kunciran Indah, Kota Tangerang, yakni pemilik yayasan berinisial S, 49, dan salah satu pengurus Y, 30, sementara satu pelaku lainnya masih buron.

Terungkap, berdasarkan hasil pemeriksaan, Y mengakui bahwa dirinya juga pernah menjadi korban pelecehan seksual oleh S saat masih kecil.

Dari pengakuan Y, ia dulunya sering belajar mengaji di panti asuhan tersebut, kemudian Y menjadi korban pencabulan oleh S saat berusia 10 tahun. 

Menurut Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, banyak pelaku pedofilia dulunya juga adalah korban kekerasan seksual. 

Trauma masa kecil yang tak terselesaikan tersebut lalu terbawa hingga dewasa, sehingga mendorong korban untuk mengulangi pola kekerasan yang sama.

"Luka itu kemudian terbawa-bawa, tidak bisa diselesaikan, kemudian berada dalam lingkungan yang terus-menerus menerornya sampai dia besar, sehingga akhirnya terbawa terus dan kemudian mereka bisa menjadi pelaku," kata Zain dalam konferensi pers pada Selasa, 8 Oktober 2024.

Apakah Perilaku Seks Sesama Jenis Bisa Menular?

Lalu, apakah perilaku homoseksual bisa menular? Secara umum, manusia cenderung tertarik pada lawan jenis. Namun, ada beberapa orang yang memiliki orientasi seksual sesama jenis, atau yang dikenal sebagai homoseksual.

Penelitian yang dilakukan di Queen Mary's School of Biological and Chemical Sciences dan Karolinska Institutet di Stockholm menunjukkan bahwa orientasi seksual seseorang dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan. 

Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Archives of Sexual Behavior.

Menurut studi tersebut, orientasi seksual seseorang sangat kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. 

Meski hingga kini para ilmuwan belum menemukan gen yang secara spesifik menyebabkan homoseksualitas, justru faktor lingkungan dianggap memiliki pengaruh yang besar, yaitu sekitar 64%. 

Artinya, meskipun seseorang tidak memiliki kecenderungan genetik terhadap homoseksualitas, lingkungan sekitarnya bisa mendorong terbentuknya orientasi tersebut seperti dikutip dari Klikdokter, Rabu, 9 Oktober 2024.

Faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi orientasi seksual meliputi pola asuh, pengalaman pelecehan seksual, serta interaksi dengan orang-orang yang memiliki orientasi homoseksual. 

Misalnya, jika seseorang sering berada di lingkungan yang mayoritasnya homoseksual, ia mungkin akan terpengaruh secara tidak langsung oleh perilaku yang ia lihat sehari-hari.

Sementara itu, faktor genetik hanya memberikan kontribusi sekitar 35% dalam menentukan orientasi seksual seseorang. Ini menandakan bahwa pengaruh terbesar berasal dari lingkungan sekitar individu tersebut.

Terdapat Faktor-faktor seperti pola pengasuhan sejak kecil, perceraian orang tua, pengalaman pelecehan seksual, dan interaksi sosial dengan komunitas homoseksual dapat mempengaruhi orientasi seksual seseorang. 

Selain itu, kurangnya akses terhadap pendidikan seksual yang tepat serta contoh perilaku homoseksual yang sering dilihat juga bisa membentuk preferensi seksual individu.

Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa meskipun homoseksualitas bukanlah penyakit, namun perilaku homoseksual atau gay bisa ditularkan berdasarkan pengaruh lingkungan. 

TANGSEL
Motor Pelajar SMK Dibawa Kabur Wanita Baru Dikenal Lewat Aplikasi Kencan, Ditangkap di Ciputat Tangsel

Motor Pelajar SMK Dibawa Kabur Wanita Baru Dikenal Lewat Aplikasi Kencan, Ditangkap di Ciputat Tangsel

Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:28

Seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berinisial SY, 18, di Kembangan, Jakarta Barat, harus kehilangan sepeda motornya setelah teperdaya oleh seorang wanita yang baru dikenalnya melalui aplikasi kencan daring.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

KAB. TANGERANG
Puluhan SPPG di Kabupaten Tangerang Belum Kantongi SLHS, Satgas Siap Lapor ke BGN

Puluhan SPPG di Kabupaten Tangerang Belum Kantongi SLHS, Satgas Siap Lapor ke BGN

Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56

Puluhan Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tangerang belum memenuhi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

WISATA
BSD Urbanatura Eco Urban Park, Taman Kota Seluas 12 Hektare dengan Aliran Sungai Cijantra

BSD Urbanatura Eco Urban Park, Taman Kota Seluas 12 Hektare dengan Aliran Sungai Cijantra

Kamis, 6 Agustus 2026 | 14:41

Sebuah taman kota multifungsi dengan bentangan jalur sungai sepanjang 1,5 kilometer yang dikelilingi lanskap tropis rimbun kini hadir di BSD City, Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill