Connect With Us

Elektabilitas Tertinggi, Sachurdin-Maryono Berpotensi Menang Jika Tidak Ada Tsunami Politik

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 14 Oktober 2024 | 22:41

Lembaga Riset Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik (Kedai Kopi) menunjukkan hasil survei popularitas dan elektabilitas tiga pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Tangerang, Senin 14 Oktober 2024. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Elektabilitas pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang nomor urut 03 Sachrudin- Maryono Hasan menunjukkan angka tertinggi mencapai 63,8 persen.

Sedangkan elektabilitas pasangan nomor urut 01 Faldo Maldini-Fadhlin Akbar sebesar 20,2 persen, dan pasangan nomor urut 02  Amarullah-Bonnie sebesar 4,8 persen. Sisanya, sekitar 11,1 persen responden masih belum menentukan sikap.

Hal itu berdasarkan hasil survei Lembaga Riset Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik (Kedai Kopi), yang dilakukan 30 September 2024 hingga 4 Oktober 2024.

"Ini survei elektabilitas tertutup, yakni kami menanyakan dengan menyebut nama pasangan calon yang sudah ditetapkan oleh KPU, hasilnya Sachrudin-Maryono memang lebih unggul dibanding dua kandidat lainnya," kata Direktur Ibnu Dwi Cahyo, Senin 14 Oktober 2024.

Selain itu, Dwi juga menunjukkan hasil survei elektabilitas terbuka dimana masyarakat bebas memilih siapa saja yang cocok menjadi Wali Kota dan Wakil Tangerang.

Hasilnya menunjukkan Sachrudin meraih elektabilitas tertinggi dengan 59,9 persen, Faldo Maldini 15,5 persen dan Ahmad Amarullah 5,0 persen. Lalu, sekitar 14,8 persen responden masih belum menentukan pilihan.

Untuk elektabilitas calon wakil wali Kota Tangerang, Maryono meraih 45,9 persen, Fadhlin Akbar 15,6 persen dan Bonnie Mufidjar 5.1 persen. Responden yang belum menentukan pilihan mencapai 25,2 persen.

Menurut Dwi, dengan tingkat elektabilitas yang tinggi tersebut, Sachrudin-Maryono berpotensi menang satu putaran, jika tidak terjadi tsunami politik.

"Pilkada selain di DKI Jakarta cuma satu putaran, jadi suara terbanyak sudah pasti menang. Sachrudin-Maryono berpotensi menang, selama tidak ada tsunami politik, misalnya karena salah ngomong hingga memicu reaksi masyarakat," jelasnya.

Dwi menyebut survei dilakukan dengan random sampling 400 responden yang tersebar di 13 kecamatan, Kota Tangerang. Untuk margin of error 4,9 persen.

Pengamat Politik dari Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Memet Khomedi menjelaskan tingginya elektabilitas Sachrudin-Maryono ditentukan beberapa faktor.

Sachrudin dinilai birokrat yang sudah berpengalaman bertahun-tahun dengan jabatan terakhir sebagai wakil wali Kota Tangerang dua periode mendampingi Arief R Wismansyah.

"Pengalaman jadi salah satu faktor tertentu. Track record di pemerintahan, punya pengalaman wakil wali kota mengikuti jejak Arief, loyal dalam kepemimpinan dan bisa publiknya dengan baik. Sachrudin memenuhi faktor itu," terangnya.

Sedangkan lawannya, Faldo-Fadhlin, meski secara umur lebih muda, namun masih terbilang baru terjun di Kota Tangerang.

Begitu pun dengan Amarullah-Bonnie, yang sosialisasinya pun tidak terasa, terlihat dari alat peraga kampanye mereka yang masih minim.

"Sachrudin bisa merawat publik, dia kenal dari lurah camat yang kesehariannya bersama masyarakat. Cara membangun emosional bondingnya berbeda dengan kandidat lainnya," jelas Memet.

BISNIS
Dekati Kawasan Hunian, COURTS Buka Gerai One-Stop Shopping di Bintaro Xchange

Dekati Kawasan Hunian, COURTS Buka Gerai One-Stop Shopping di Bintaro Xchange

Sabtu, 24 Januari 2026 | 23:40

Warga urban Jakarta dan sekitarnya tidak lagi harus menembus macet menuju pusat kota, untuk belanja kebutuhan perlengkapan rumah tangga.

KOTA TANGERANG
Pemprov Banten Bakal Evaluasi Penanganan Banjir Seluruh Kabupaten/Kota

Pemprov Banten Bakal Evaluasi Penanganan Banjir Seluruh Kabupaten/Kota

Minggu, 25 Januari 2026 | 21:25

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan akan mengevaluasi efektivitas program penanganan banjir yang telah direncanakan sejak tahun 2025.

WISATA
Habiskan Rp2,3 Miliar, Apa Saja Isi Tugu Titik Nol Tangerang?

Habiskan Rp2,3 Miliar, Apa Saja Isi Tugu Titik Nol Tangerang?

Selasa, 20 Januari 2026 | 19:51

Tugu titik nol Kabupaten Tangerang yang sempat menjadi kontroversi lantaran memakan anggaran sebesar Rp2,3 miliar kini sudah mulai beroperasi dan dipergunakan sebagai taman literasi digital untuk masyarakat.

OPINI
Bukan Kandang Setan, Tapi Benteng Digital

Bukan Kandang Setan, Tapi Benteng Digital

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:22

Argumentasi yang dibangun oleh Khikmawanto mengenai urgensi pembuatan "Kandang Setan" di Kota Tangerang memang terdengar seperti sebuah kejujuran yang menyentak di tengah kelesuan moralitas publik.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill