Connect With Us

Ini yang Jadi Sorotan Fraksi PAN-PPP dalam Raperda APBD 2025

Redaksi | Kamis, 10 Oktober 2024 | 15:54

Rapat paripurna DPRD Kota Tangerang dengan agenda pandangan umum fraksi atas Raperda APBD tahun 2025. (@TangerangNews / Redaksi )

TANGERANGNEWS.com - Dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Tangerang, Fraksi PAN-PPP menyampaikan pandangan umum terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangerang Tahun Anggaran 2025.  

Melalui juru bicara Fraksi PAN-PPP Alfian Natsir Rafi, Fraksi PAN-PPP ini menyoroti sejumlah poin penting dalam rancangan APBD tersebut, khususnya terkait alokasi anggaran pada beberapa organisasi perangkat daerah. Berikut poin-poinnya; 

Masalah Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur

Salah satu poin utama yang disorot oleh Fraksi PAN-PPP adalah alokasi anggaran untuk bidang pendidikan yang mencapai Rp1,31 triliun. Fraksi tersebut meminta penjelasan lebih rinci mengenai program dan sektor mana saja yang menyerap anggaran sebesar itu. 

“Anggaran untuk bidang pendidikan sebesar Rp 1,31Triliun. Program kegiatannya apa saja dan sektor mana saja yang menyerap anggaran yang sangat besar ? Mohon penjelasannya?,” tanya Alfian. 

Selain itu, alokasi anggaran untuk bidang kesehatan sebesar Rp1,03 triliun juga menjadi perhatian. Fraksi ingin mengetahui jumlah program kegiatan di bidang kesehatan, terutama terkait program BPJS yang dibiayai oleh APBD.

Bidang pekerjaan umum dan penataan ruang juga menjadi sorotan. Fraksi PAN-PPP menanyakan progress proyek jalan tembus Raden Fatah, Puri Kartika baru tembus Fortune yang telah lama direncanakan. Selain itu, mereka juga mempertanyakan program kegiatan lain yang akan dilaksanakan dengan serapan anggaran yang besar.

Masalah Perumahan, Tenaga Kerja, dan Kota Layak Anak

Fraksi PAN-PPP juga menyoroti alokasi anggaran untuk bidang perumahan dan kawasan permukiman, khususnya terkait program RUTILAHU. Mereka mempertanyakan besaran anggaran per unit untuk program tersebut mengingat anggaran tahun sebelumnya dinilai sangat minim.

Masalah pengangguran dan pemberdayaan anak juga menjadi perhatian. Fraksi tersebut menanyakan jumlah pengangguran di Kota Tangerang dan langkah-langkah yang akan diambil untuk mengurangi angka pengangguran. Selain itu, mereka juga menyoroti masih adanya anak jalanan di sejumlah titik di Kota Tangerang, meskipun kota ini telah menyandang predikat Kota Layak Anak.

Masalah Lingkungan Hidup dan Olahraga

Masalah sampah dan pengelolaan TPA Rawa Kucing juga menjadi sorotan Fraksi PAN-PPP. Mereka mempertanyakan solusi yang akan diambil untuk mengatasi masalah tersebut. Selain itu, mereka juga menyoroti penggunaan Stadion Benteng Reborn yang dinilai belum optimal untuk kepentingan publik.

Fraksi PAN-PPP berharap agar pemerintah Kota Tangerang dapat memberikan penjelasan yang lebih rinci terkait alokasi anggaran pada setiap OPD. Hal ini penting untuk memastikan bahwa anggaran yang dialokasikan dapat digunakan secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel serta memberikan manfaat bagi masyarakat. (adv) 

BANTEN
Trade Expo Indonesia 2026 Targetkan Transaksi 17,5 Miliar Dolar AS, UMKM Banten Didorong Pikat Pasar Global

Trade Expo Indonesia 2026 Targetkan Transaksi 17,5 Miliar Dolar AS, UMKM Banten Didorong Pikat Pasar Global

Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:00

Trade Expo Indonesia (TEI) Ke-41 Tahun 2026 yang diselenggarakan di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, menargetkan nilai transaksi yang fantastis, yakni mencapai 17,5 miliar dolar AS.

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill