Tes Pegawai Kopdes Merah Putih Dikeluhkan Peserta, BKN Sebut Banyak yang Panik
Minggu, 10 Mei 2026 | 14:28
Seleksi calon pegawai Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menemui sejumlah kendala di lapangan.
TANGEARNGNEWS.com-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tangerang bersama Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Harian Tangerang Raya (WHTR) menggelar Ngobrol Cerdas.
Kegiatan yang dilaksanakan di Sekretariat Pokja WHTR, Jalan Perintis Kemerdekaan No 38A, Babakan, Kota Tangerang, Selasa 22 Oktober 2024 itu, mengangkat tema Kontribusi Jurnalis dalam Pengawasan Pilkada Kota Tangerang 2024.
Sedikitnya 30 jurnalis mengikuti acara yang juga dihadiri Komisioner Bawaslu Kota Tangerang Faridal Arkam.
Faridal Arkam, yang juga Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Kota Tangerang mengatakan jurnalis adalah salah satu komponen penting, dalam pengawasan partisipatif yang dibutuhkan oleh Bawaslu.
"Kami menyadari dalam fungsi pengawasan Pilkada ini, tidak akan mampu sendiri, mengingat keterbatasan personel di Bawaslu dan lain-lain. Untuk itu, kami membutuhkan pengawasan partisipatif, seperti rekan-rekan media ini," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, imbuh Faridal Arkam, diharapkan para jurnalis di Pokja WHTR mampu berkontribusi dalam membantu pengawasan dalam penyelenggaraan Pilkada yang Luber Jurdil di Kota Tangerang, terutama di hari pencoblosan 27 November 2024 mendatang
Sementara itu, Wakil Ketua Pokja WHTR Hendra Wibisana memberikan apresiasi kepada Bawaslu Kota Tangerang yang mau bekerjasama dengan Pokja WHTR dalam kegiatan ini.
"Kami sebagai jurnalis tentu akan membantu dalam pengawasan Pilkada ini, karena itu merupakan salah satu fungsi utama seorang jurnalis yaitu kontrol sosial," ungkapnya.
Diinformasikan pada kegiatan ini turut pula menghadirkan dua narasumber yaitu Sukron, Wartawan MNC dan Mus Mulyadi, Wartawan Radio Elshinta. Keduanya memberikan materi terkait beberapa peran jurnalis dalam pengawasan Pilkada.
Seleksi calon pegawai Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menemui sejumlah kendala di lapangan.
TODAY TAGSejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
Memulai bisnis tanpa legalitas yang jelas bisa menjadi hambatan besar di masa depan. Banyak pelaku usaha akhirnya kesulitan saat ingin bekerja sama dengan perusahaan besar atau mengikuti tender.
Pesatnya perkembangan teknologi dan segala hal yang mulai beralih ke digital, memberikan tantangan tersendiri bagi pekerjaan Human Resource (HR), yang tentunya menjadi semakin kompleks.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews