Connect With Us

Di Momen HUT ke-79 PGRI, Dinas Pendidikan Prioritaskan Kesejahteraan dan Kompetensi Guru di Kota Tangerang

Fahrul Dwi Putra | Senin, 25 November 2024 | 17:51

Para guru berfoto bersama Pj Wali Kota Tangerang Nurdin didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Jamaluddin usai upacara peringatan Hari Guru sekaligus HUT ke-79 PGRI, di Lapangan SMPN 13 Kota Tangerang, Senin, 25 November 2024. (@TangerangNews / Fahrul Dwi Putra)

TANGERANGNEWS.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang  memberikan perhatian khusus terhadap kesejahteraan dan pengembangan kompetensi guru di Kota Tangerang. 

Hal ini disampaikan oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang Nurdin dalam upacara peringatan Hari Guru sekaligus HUT ke-79 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang digelar di Lapangan SMPN 13 Kota Tangerang, Senin, 25 November 2024.  

Dalam sambutannya, Nurdin menyampaikan apresiasi kepada para guru atas dedikasinya dalam mendidik generasi penerus bangsa.

"Saya juga meminta untuk terus meningkatkan kompetensi dan kualifikasi diri agar menjadi guru-guru yang hebat yang menjadi favorit bagi anak didiknya, semuanya," ujar Nurdin.  

Selain berbicara mengenai profesionalisme, Nurdin juga memastikan bahwa kesejahteraan guru menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota Tangerang. 

Ia menjelaskan, Pemkot Tangerang melalui Dinas Pendidikan (Dindik) telah memberikan insentif tambahan kepada para guru, sehingga pendapatan guru sudah berada di atas upah minimum kota.  

"Di mana ada berbagai tambahan penghasilan yang diberikan ke guru ya, paling tidak jumlah penghasilan yang diperoleh oleh guru di Tangerang itu sudah di atas angka upah minimum kota," jelasnya.  

Kepala Dindik Kota Tangerang Jamaluddin menambahkan, kesejahteraan guru di Kota Tangerang terbilang cukup baik jika dibandingkan kota/kabupaten lainnya, sehingga diharapkan dapat menjadi motivasi dalam mengajar.

"Tapi, kami juga berharap ke depan guru-guru lebih sejahtera lagi. Kalau ada kesempatan, guru-guru bisa dinaikkan insentifnya," imbuh Jamaluddin kepada awak media.

Terkait pengembangan kapasitas dan profesionalisme, Jamaluddin mendorong agar para guru beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Misalnya, menguasai aplikasi-aplikasi terkini serta memahami artificial intelligence (AI) agar dapat menjadi perangkat pendukung pembelajaran.

"Karena ini eranya teknologi, menyambut Indonesia Emas 2045, guru-guru kita berikan Pendidikan dan Latihan (Diklat), termasuk workshop," beber Jamaluddin.

Sebagai tambahan, Pemkot Tangerang juga telah melakukan upaya untuk memperjuangkan status guru non-ASN agar dapat diangkat menjadi ASN melalui formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Saat ini, Pemkot telah membuka 2.500 formasi untuk guru PPPK, dan proses pengangkatan tersebut sedang berlangsung. (adv)

OPINI
Pembangunan untuk Kepentingan Umum, Tetapi Bagaimana dengan Keadilan Bagi Pemilik Tanah?

Pembangunan untuk Kepentingan Umum, Tetapi Bagaimana dengan Keadilan Bagi Pemilik Tanah?

Selasa, 3 November 2026 | 23:36

Pembangunan jalan tol sering dianggap sebagai salah satu tanda kemajuan suatu daerah. Selain mempermudah perjalanan, keberadaan jalan tol juga diharapkan dapat mendorong kegiatan ekonomi masyarakat.

PROPERTI
Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:48

Sinar Mas Land kembali mengukuhkan prestasinya di bidang komunikasi korporasi dengan meraih Juara II Perhumas PR Excellence Awards 2026 untuk kategori Teknologi & Digital PR.

KOTA TANGERANG
Innalillahi, KH Chairuddin Sosok Pengayom Wartawan Tangerang Meninggal Dunia

Innalillahi, KH Chairuddin Sosok Pengayom Wartawan Tangerang Meninggal Dunia

Selasa, 3 November 2026 | 17:41

Kabar duka menyelimuti masyarakat Kota Tangerang. Ketua Harian Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Raya Al-Azhom, KH Chairuddin bin H. Serin Mukhtar, menghembuskan napas terakhirnya pada Selasa 3 November 2026, pukul 14.25 WIB.

BANTEN
Pabrik Sepatu di Lebak Tutup hingga PHK 2.000 Buruh, Pungli dan Intimidasi Ormas Disorot

Pabrik Sepatu di Lebak Tutup hingga PHK 2.000 Buruh, Pungli dan Intimidasi Ormas Disorot

Senin, 2 November 2026 | 18:33

Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bertahap yang menimpa sekitar 2.000 pekerja akibat penutupan pabrik sepatu PT Parkland World Indonesia (PWI) 6 di Kabupaten Lebak, Banten, menjadi sinyal bahaya bagi keberlangsungan iklim investasi daerah.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill