Connect With Us

Tukin Dosen Nunggak, PP Muhammadiyah Bentuk Tim Pendamping Benahi Keuangan UMT

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 27 Desember 2024 | 20:36

Gedung Universitas Muhammadiyah Tangerang. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah menyikapi masalah keterlambatan pembayaran Tunjangan Kinerja (Tukin) dosen dan staf di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT).

Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Bambang Setiaji mengatakan sebagai organisasi yang menjunjung tinggi profesionalisme, transparansi dan keadilan, Muhammadiyah senantiasa memprioritaskan kesejahteraan pegawai dan dosen.

"Ini adalah bagian dari tanggung jawab kami dalam menciptakan tata kelola pendidikan tinggi yang baik dan berkelanjutan," katanya melalu siaran pers, Jumat 27 Desember 2024.

Bambang juga mengklarifikasi bahwa gaji bulanan dosen dan karyawan UMT selalu terbayarkan. Sedangkan keterlambatan terjadi pada tukin yang sistemnya rapel.

Untuk itu, ia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas keterlambatan pembayaran tukin kepada dosen dan staf UMT.

"Situasi ini tidak mencerminkan nilai-nilai utama Muhammadiyah dan kami berkomitmen untuk segera menyelesaikannya," katanya.

Adapun tindakan konkret Majelis Diktilitbang yakni telah mengambil langkah proaktif yakni pertama, membentuk tim pendamping untuk membenahi tata kelola keuangan di UMT.

Kedua, memastikan penerapan prinsip-prinsip Good University Governance (GUG) secara konsisten. Ketiga, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem administrasi keuangan untuk mencegah masalah serupa di masa depan.

"Langkah ini dilakukan untuk menciptakan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan dalam menyelesaikan masalah ini," tambah Bambang. 

Menurut Bambang, pihaknya berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa hak-hak dosen dan staf yang tertunda akan segera dibayarkan dalam waktu dekat. Progres penyelesaian ini akan dipantau secara berkala oleh Majelis Diktilitbang.

Ia mengajak semua pihak, baik dosen, staf, mahasiswa, maupun masyarakat umum, untuk mendukung proses penyelesaian ini.

Muhammadiyah juga berkomitmen untuk terus menjaga kredibilitas dan meningkatkan kesejahteraan seluruh sivitas akademika di bawah naungannya.

"Kami percaya bahwa dengan kerja sama semua pihak, masalah ini dapat diselesaikan dengan baik dan UMT akan tetap menjadi salah satu pilar utama Muhammadiyah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa," ungkapnya.

TANGSEL
Polemik Jabatan Sekda, Pemkot Tangsel Ajak Mahasiswa Diskusi Terbuka

Polemik Jabatan Sekda, Pemkot Tangsel Ajak Mahasiswa Diskusi Terbuka

Selasa, 3 November 2026 | 19:06

Menanggap aksi mahasiswa, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangsel Tubagus Asep Nurdin, menyatakan bahwa pihaknya memandang dinamika dan perbedaan pandangan publik sebagai bagian yang menyehatkan

TEKNO
Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:21

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memastikan pelayanan publik berbasis digital tetap berjalan lancar. Pemkot juga menjamin seluruh data pribadi masyarakat berada dalam kondisi aman

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BANTEN
Pabrik Sepatu di Lebak Tutup hingga PHK 2.000 Buruh, Pungli dan Intimidasi Ormas Disorot

Pabrik Sepatu di Lebak Tutup hingga PHK 2.000 Buruh, Pungli dan Intimidasi Ormas Disorot

Senin, 2 November 2026 | 18:33

Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bertahap yang menimpa sekitar 2.000 pekerja akibat penutupan pabrik sepatu PT Parkland World Indonesia (PWI) 6 di Kabupaten Lebak, Banten, menjadi sinyal bahaya bagi keberlangsungan iklim investasi daerah.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill