Connect With Us

DPRD Kota Tangerang Komentari UMT Belum Bayar Gaji Dosen

Yanto | Rabu, 25 Desember 2024 | 15:41

Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang dari Fraksi PDI-P Andri Septiawan Permana. (@TangerangNews / Yanto)

TANGERANGNEWS.com-Gaji atau tunjangan dosen dan pekerja Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) yang menunggak berbulan-bulan menjadi perhatian Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang dari Fraksi PDI-P Andri Septiawan Permana.

Masalah ini viral setelah munculnya karangan bunga dari serikat dosen yang menyuarakan keluhan atas permasalahan internal di kampus tersebut. 

Andri menjelaskan bahwa situasi ini tidak terlepas dari dinamika yang terjadi akibat transisi kepemimpinan di UMT. 

"Ada banyak faktor yang mungkin menjadi penyebabnya, salah satunya adalah perubahan kepemimpinan dari Pak Amarullah ke Pak Arwen. Transisi ini tentu mempengaruhi kondisi internal kampus," ujarnya saat diwawancarai TangerangNews.com, 

Rabu 25 Desember 2024.

Meski begitu, Andri berkeyakinan terhadap kemampuan kepemimpinan Desri Arwen sebagai rektor baru (UMT) untuk mengatasi krisis masalah ini. 

"Kami dari DPRD yakin bahwa kepemimpinan Pak Arwen dapat membawa UMT keluar dari masalah ini. Ini bukan tugas yang mudah, tetapi kami percaya akan ada langkah-langkah konkret yang diambil," tambahnya.

Isu ini tidak hanya berdampak pada para pegawai, tetapi juga menimbulkan pertanyaan di masyarakat terkait kelancaran operasional akademik UMT.

Namun, Andri berharap situasi ini tidak akan mengganggu kegiatan belajar mahasiswa di kampus tersebut. 

"Yang pasti, kami percaya aktivitas di UMT akan tetap berjalan seperti biasa. Kita hanya perlu menunggu dan melihat bagaimana proses penyelesaian ini berjalan," tegasnya.

OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

TANGSEL
Anggaran Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni di Tangsel Naik Jadi Rp75 Juta, Ditarget 329 Unit pada 2026

Anggaran Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni di Tangsel Naik Jadi Rp75 Juta, Ditarget 329 Unit pada 2026

Jumat, 8 Mei 2026 | 13:24

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menaikkan anggaran perbaikan rumah tidak layak huni pada tahun 2026 dari sebelumnya Rp71 juta menjadi Rp75 juta per unitnya.

KAB. TANGERANG
Pemkab Tangerang Petakan 28 Perlintasan KRL Green Line, 11 Titik Tanpa Palang Pintu

Pemkab Tangerang Petakan 28 Perlintasan KRL Green Line, 11 Titik Tanpa Palang Pintu

Kamis, 7 Mei 2026 | 21:44

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melakukan pemetaan pada 28 titik perlintasan Kereta Rel Listrik (KRL) di jalur green line rute Tanah Abang-Rangkasbitung.

AYO! TANGERANG CERDAS
Lulusan Sulit Terserap Kerja, Pemprov Banten Bakal Hapus Jurusan Akutansi dan Manajemen di SMK

Lulusan Sulit Terserap Kerja, Pemprov Banten Bakal Hapus Jurusan Akutansi dan Manajemen di SMK

Kamis, 7 Mei 2026 | 21:47

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan mengevaluasi sejumlah jurusan di sekolah menengah kejuruan (SMK) yang dinilai sudah tidak lagi sebanding dengan kebutuhan dunia kerja.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill